HONGKONG – Sidang publik terkait kebakaran dahsyat yang melanda kompleks hunian Wang Fuk Court, Hongkong, mulai digelar kemarin (19/3). Kebakaran yang terjadi 26 November tahun lalu itu menewaskan 168 orang dan menjadi salah satu tragedi hunian paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Komite independen yang dipimpin hakim akan menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab tragedi. Mulai dari standar keselamatan kebakaran yang dinilai tidak memadai, praktik konstruksi yang diduga berkontribusi, hingga potensi kelalaian pejabat pemerintah dan kontraktor.
Dilansir dari The Guardian, salah satu korban selamat, Yip Ka-kui, mengaku kehilangan istri dan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Dia menuntut keadilan bagi para korban. "Kami ingin keadilan bagi yang meninggal dan penjelasan bagi para korban," ujarnya. Dia berharap semua pihak yang terlibat diusut tuntas dan bertanggung jawab jika terbukti bersalah.
Kebakaran terjadi di kompleks apartemen bertingkat tinggi di distrik Tai Po. Api melahap tujuh dari delapan menara hunian yang saat itu sedang direnovasi. Bangunan dilapisi perancah bambu, jaring pelindung, dan papan busa. Busa inilah yang diduga mempercepat penyebaran api.
Komite juga akan menelusuri kemungkinan adanya masalah sistemik, termasuk konflik kepentingan, kolusi, hingga praktik kecurangan dalam proses tender proyek renovasi. Hal ini dinilai berpotensi menjadi faktor yang memperparah dampak kebakaran.
Baca Juga: Uni Eropa Tolak Terlibat Perang AS-Israel Lawan Iran
Sejumlah saksi dijadwalkan hadir dalam sidang, termasuk pejabat pemerintah, mantan penghuni, direktur perusahaan konstruksi, serta pengurus manajemen kompleks. Di sisi lain, polisi masih melakukan penyelidikan pidana. Sebanyak 38 orang telah ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, serta enam lainnya terkait dugaan penipuan.
Lembaga antikorupsi Independent Commission Against Corruption juga bergerak. Dalam pernyataannya, mereka telah menangkap 23 orang, termasuk konsultan, kontraktor, dan anggota badan pengelola gedung. Hasil sidang ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan bangunan di Hongkong. (lyn/len/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy