Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

OpenAI Hentikan Sora

Pratama Karamoy • 2026-03-27 14:36:58

Photo
Photo

NEW YORK – Ketika video berbasis akal imitasi (AI) mulai membanjiri ruang digital, Sora muncul sebagai simbol lompatan terbaru industri teknologi. Namun di balik euforia tersebut, OpenAI justru memilih menghentikan layanan video AI tersebut.

Kali pertama Sora diperkenalkan ke publik pada akhir 2024. Namun, lonjakan popularitasnya baru benar-benar terjadi setelah peluncuran Sora 2 dan aplikasi mandiri pada September 2025 atau enam bulan lalu. Tak lama kemudian, aplikasi tersebut langsung menduduki posisi puncak di App Store Apple.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Guardian, OpenAI menyampaikan pesan langsung penghentian Sora kepada komunitas penggunanya. "Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih," tulis perusahaan.

 

Perubahan Arah Strategis Perusahaan

Penghentian Sora, dalam konteks yang lebih luas, menandai perubahan arah strategis perusahaan di tengah meningkatnya tekanan terhadap pengelolaan konten berbasis AI. Sebelumnya, Sora diposisikan sebagai simbol ambisi OpenAI untuk mendominasi pasar kreatif digital, bersaing dalam ekosistem teknologi global yang juga digerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Elon Musk hingga Mark Zuckerberg.

 

Memunculkan Persoalan Serius

Di sisi lain, penggunaan Sora juga memunculkan persoalan serius. Mulai dari beredarnya konten kekerasan dan rasisme hingga praktik deepfake (video palsu) yang sangat realistis yang berpotensi menyesatkan publik. Dalam konteks itulah, kritik tajam mulai bermunculan dari kalangan analis.

"Sora secara diam-diam menjadi impian buruk dalam moderasi konten. Deepfake berbahaya dan media manipulatif hanya akan berpindah ke platform yang lebih tertutup dan sulit diaudit," kata Ceo Alon Yamin dari CopyLeaks.

 

Baca Juga: Alami Kecanduan, Perempuan Los Angeles Gugat Meta dan YouTube

 

Rilis Blog H-1

Ironisnya, sehari sebelum pengumuman penutupan, OpenAI justru merilis blog berjudul "Creating with Sora safely" yang menjelaskan upaya peningkatan keamanan platform. Hal itu termasuk perlindungan bagi remaja dari pembatasan terhadap konten berbahaya seperti materi seksual, propaganda terorisme, serta promosi tindakan menyakiti diri sendiri.

 

Implikasi Bisnis

Implikasi bisnis dari keputusan penghentian Sora juga signifikan. Hanya tiga bulan sebelumnya, OpenAI menandatangani kerja sama tiga tahun dengan The Walt Disney Company yang memungkinkan penggunaan Sora membuat video menggunakan lebih dari 200 karakter berlisensi dari Marvel, Pixar, dan Star Wars. Kini, kerja sama tersebut resmi dihentikan.

"Seiring pesatnya perkembangan bidang AI yang masih baru, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke area lain," rilis Disney menyikapi keputusan OpenAI. (din/dns)

Editor : Pratama Karamoy
#global