Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Astronot Artemis II Pulang dari Antariksa dengan Rekor Perjalanan Terjauh dari Bumi

Pratama Karamoy • Rabu, 8 April 2026 - 20:25 WIB
PLANET BIRU: Christina Koch, salah seorang astronot Artemis II, menatap ke arah bumi lewat jendela pesawat antariksa Orion pada Kamis (2/4) lalu.
PLANET BIRU: Christina Koch, salah seorang astronot Artemis II, menatap ke arah bumi lewat jendela pesawat antariksa Orion pada Kamis (2/4) lalu.

 

CARROLL Wiseman tak termasuk dalam empat astronot yang bergabung di misi Artemis II. Tapi, namanya abadi di luar angkasa sana. Keempat astronot bersepakat menamai satu dari dua kawah yang mereka saksikan di bulan dengan Carroll. Mengutip AFP kemarin (7/4), Carroll nama mendiang istri Reid Wiseman, salah satu dari keempat astronot sekaligus pemimpin misi, yang meninggal karena kanker pada 2020.

Sejak kepergian sang istri, Wiseman, seorang mantan pilot jet tempur, mengasuh kedua putrinya sendirian. "Kawah itu titik benderang di bulan dan kami ingin menamainya Carroll," kata Jeremy Hansen, salah seorang astronot dalam live broadcast dengan ruang kontrol di markas NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) di Houston.

PERJALANAN BERSEJARAH: Tiga dari empat astronot yang terlibat dalam Artemis II: Reid Wiseman, Christina Koch, dan Victor Glover.
PERJALANAN BERSEJARAH: Tiga dari empat astronot yang terlibat dalam Artemis II: Reid Wiseman, Christina Koch, dan Victor Glover.

 

Selain Hansen dan Wiseman, dua astronot lain di misi Artemis II adalah Christina Koch dan Victor Glover. Menurut Hansen, kawah yang, seperti semua cekungan serupa di bulan terbentuk dari tumbukan dengan asteroid, meteoroid, atau komet selama miliaran tahun itu, dapat disaksikan di waktu-waktu tertentu saat bulan bergerak mengelilingi bumi.

Artemis II adalah proyek flyby (terbang lintas, perjalanan mendekati suatu objek di luar angkasa-dalam hal ini bulan-tanpa memasuki orbitnya, red) NASA yang diluncurkan pada 1 April 2026. Ini misi ke bulan pertama NASA menggunakan kru sejak Apollo 17 yang berlangsung pada 7-19 Desember 1972. Apollo 17 menjadi program terakhir pendaratan manusia di bulan. Ketika itu, astronot Gene Cernan dan Harrison Schmitt mendarat di Lembah Taurus-Littrow dan mencatat rekor sebagai pendaratan terlama di satelit bumi tersebut.

 

Baca Juga: Jepang Gagas Cincin Panel Surya di Bulan

 

Artemis II sekaligus menguji sistem peluncuran roket (SLS) serta pesawat antariksa Orion dengan menggunakan kru. Selain Carroll, kawah lain yang "ditemukan" keempat astronot dinamai Integrity, merujuk pada nama pesawat antariksa yang mereka naiki. Juru bicara NASA di Houston memastikan kalau kedua usulan nama keempat kru tersebut akan diteruskan ke Serikat Astronomi Internasional yang berwenang menamai objek antariksa.

 

Mencatat Sejarah

Sampai dengan kemarin, Artemis II dan keempat astronot sedang dalam perjalanan balik ke bumi. Mereka pulang sembari mencatat sejarah sebagai manusia yang pernah melakukan perjalanan terjauh dari bumi.

Rekor sebelumnya dicatat misi Apollo 13. Artemis II mencatat jarak perjalanan dari bumi sejauh 252.756 mil (406.771 kilometer), sekitar 4.000 mil (lebih dari 6.000 kilometer) lebih jauh dari Apollo 13.

Yang juga mereka bawa balik ke bumi adalah dokumentasi hasil observasi, termasuk kedua kawah tadi, juga gerhana bulan dan meteor. "Manusia mungkin belum berevolusi untuk melihat apa yang kami saksikan. Sulit menggambarkan. Luar biasa," kata Glover seperti dikutip dari AFP.

Para astronot juga menyaksikan tumbukan meteor di permukaan bulan. "Sulit bagi saya, mengatakan berapa banyak pengetahuan yang kami dapatkan," kata Kelsey Young, koordinator ilmuwan yang bekerja di misi Artemis II, kepada para astronot dalam live broadcast.

Para astronot, kata Young, seperti telah memperpendek jarak bulan dengan bumi. "Terima kasih saja rasanya tidak cukup," kata Young kepada keempat astronot.

Keempat astronot juga berkesempatan berbicara lewat telepon dengan Presiden AS Donald Trump. "Kalian sungguh telah menginspirasi dunia," puji presiden yang tengah jadi sorotan tajam akibat keputusannya menyerang Iran bersama Israel itu. (ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#Artemis 2 #Artemis II #global