MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Dalam pernyataannya usai parade Hari Kemenangan di Moskow, Putin bahkan menyebut mantan kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai sosok yang paling ia pilih untuk menjadi mitra negosiasi menuju perdamaian. "Bagi saya pribadi, mantan kanselir Republik Federal Jerman, Bapak Schröder, lebih saya sukai," kata Putin, Sabtu (9/5).
Putin mengatakan dirinya siap membahas pengaturan keamanan baru di Eropa dan membuka peluang pertemuan langsung dengan Zelensky di negara ketiga. Namun, ia menegaskan pertemuan itu hanya akan dilakukan setelah seluruh syarat kesepakatan damai disepakati lebih dahulu. "Ini seharusnya menjadi poin terakhir, bukan negosiasi itu sendiri," ujarnya.
Parade Kemenangan
Pernyataan Putin muncul beberapa jam setelah ia kembali menegaskan tekad Rusia memenangkan perang dalam parade Hari Kemenangan yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, parade tersebut tidak menampilkan alutsista berat dalam jumlah besar dan hanya dihadiri sedikit pemimpin asing.
Di medan tempur, Rusia masih menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina, meski pasukannya belum mampu merebut seluruh kawasan Donbas di Ukraina timur. Kemajuan militer Moskow juga dilaporkan melambat sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Pengadilan AS Batalkan Tarif Global Trump
Kecam Dukungan Barat
Putin turut mengecam dukungan Barat terhadap Kiev. Menurutnya, negara-negara Barat selama ini berharap Rusia mengalami kekalahan total.
Sementara itu, Rusia dan Ukraina mulai menjalankan gencatan senjata selama tiga hari yang diumumkan bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, kedua pihak langsung saling menuduh melakukan pelanggaran di tengah serangan drone dan jatuhnya korban sipil.
Kremlin memastikan belum ada rencana memperpanjang gencatan senjata tersebut. Rusia dan Ukraina juga sepakat menukar 1.000 tahanan selama masa penghentian sementara pertempuran berlangsung. (gas)
Editor : Pratama Karamoy