DI Tristan da Cunha, pulau liliput di sisi selatan Samudera Atlantik, ada sebuah ruang pertemuan yang diberi nama Prince Phillip Hall. Penamaan itu bentuk penghormatan warga setempat atas kedatangan Pangeran Phillip ke wilayah seberang lautan Inggris tersebut pada 17 Januari 1957. Itulah kali pertama, mungkin juga satu-satunya, momen ketika Tristan da Cunha "masuk peta" atau dikenal orang luas. Maklum, pulau seluas hanya 11 kilometer persegi itu sedemikian terpencil, sekitar enam hari perjalanan kapal dari Cape Town, Afrika Selatan.
Hampir 70 tahun berselang setelah kunjungan suami Ratu Victoria II itu, Tristan da Cunha akhirnya masuk peta lagi pada Sabtu (9/5) lalu. Kali ini karena "kunjungan" tim kesehatan Angkatan Darat Inggris menggunakan parasut. Mengutip BBC, tim dari Brigade Serangan Udara 16 tersebut diterjunkan ke Tristan untuk menolong seorang pria di sana yang merupakan suspek hantavirus. Pria tersebut turun dari MV Hondius, kapal pesiar yang tiga penumpangnya meninggal dan dua di antaranya terkonfirmasi akibat hantavirus, di St Helena, pulau tetangga Tristan, pada 14 April lalu. Dua pekan setelah turun dari Hondius, pria tersebut melapor kepada otoritas setempat bahwa dia mengalami gejala berupa diare yang disusul demam. Namun, kini kondisinya telah stabil dan tengah menjalani karantina.
Kirim Oksigen
Tak ada bandara di Tristan. Jalur laut menjadi satu-satunya cara untuk bisa sampai ke pulau dengan 221 penduduk yang semuanya merupakan warga seberang lautan Inggris itu. Namun, opsi tersebut tak bisa diambil karena kondisi pria tadi sudah drop, sedangkan peralatan kesehatan di Tristan sangat terbatas. Karena itulah, jalur udara menggunakan parasut ditempuh. "Oksigen juga diterjunkan dari pesawat RAF A400M," tulis Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan resmi mereka (10/5). Tim yang terjun dari pesawat RAF A400M terdiri atas enam tentara dan dua paramedis. Pesawat tersebut terbang dari pangkalan Angkatan Udara Inggris di Oxfordshire menuju Pulau Ascension, tetangga Tristan lainnya. Setelah itu, pesawat terbang ke pulau vulkanik yang kali pertama dilihat penjelajah Portugal Tristao da Cunha pada 1506 tersebut. Dua dari enam tentara tadi terjun tandem, masing-masing bersama seorang perawat dan seorang dokter. Di Tristan sendiri terdapat dua personel medis yang sehari-hari bertugas di sana.
Baca Juga: Satu WNA Kontak Erat Pasien Hantavirus Ditemukan di Jakarta
Terkonfirmasi Positif
Sementara itu, mengutip AFP, hasil tes medis menunjukkan bahwa dari lima warga Prancis yang dievakuasi dari MV Hondius di Tenerife, Spanyol, seorang perempuan terkonfirmasi positif tertular hantavirus. Sedangkan dari 17 warga Amerika Serikat (AS) yang dievakuasi dari kapal yang sama, seorang positif mengalami gejala dan seorang lainnya terkonfirmasi tertular, masing-masing dengan kategori sedang. Perempuan Prancis tadi langsung diisolasi di Paris. Sebelumnya, Plt Direktur Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS Jay Bhattacharya menyatakan, warga AS yang dievakuasi dari Hondius tak harus dikarantina. Dia juga meminta warga untuk tenang.
"Ini bukan Covid," katanya. Mereka yang dievakuasi dari Hondius dibawa ke tempat khusus di kawasan pinggiran Nebraska. "Kami akan mewawancarai mereka dan melakukan asesmen, kalau-kalau mereka melakukan kontak dengan mereka yang menunjukkan gejala," katanya kepada CNN. (ttg)
Editor : Pratama Karamoy