Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran Tolak Proposal Perundingan Nuklir AS

Pratama Karamoy • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:22 WIB
SIMBOL PERLAWANAN: Seorang perempuan memegang tiang bendera Iran di depan papan reklame anti-AS di Lapangan Valiasr, Teheran, Minggu (10/5). (AFP)
SIMBOL PERLAWANAN: Seorang perempuan memegang tiang bendera Iran di depan papan reklame anti-AS di Lapangan Valiasr, Teheran, Minggu (10/5). (AFP)

 

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal balasan Iran terkait perundingan nuklir yang diajukan Washington. Trump menyebut tanggapan Teheran "Sama sekali tidak dapat diterima," sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyarankan agar persediaan uranium Iran direbut secara langsung.

Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa proposal balasan Iran telah disampaikan kepada Washington melalui mediator Pakistan. Dalam usulan tersebut, Iran meminta pencabutan sanksi ekonomi AS, penghentian blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz setelah tercapai kesepahaman awal, serta jaminan tidak ada lagi serangan terhadap wilayah Iran.

Sebelumnya, AS mengajukan proposal perdamaian berupa nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin. Isi proposal itu disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan kerangka pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Washington juga mengusulkan moratorium pengayaan uranium Iran hingga 20 tahun, pemindahan cadangan uranium yang diperkaya tinggi atau highly enriched uranium (HEU) ke luar negeri, kemungkinan ke AS, serta pembongkaran fasilitas nuklir Iran.

Baca Juga: 70 Tahun Berselang, Tristan da Cunha "Masuk Peta" Lagi

Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, Iran menolak sebagian besar poin utama tersebut. Teheran hanya menawarkan moratorium dalam jangka lebih pendek, ekspor sebagian stok HEU, pengenceran sisa uranium, serta menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Trump langsung bereaksi keras terhadap proposal balasan itu. Melalui platform Truth Social, ia menuding Iran selama puluhan tahun telah "mempermainkan Amerika Serikat dan dunia."

"Saya baru saja membaca tanggapan dari perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump. Di saat bersamaan, Netanyahu memperingatkan bahwa konflik belum selesai selama Iran masih memiliki cadangan uranium yang diperkaya tinggi. Dia menyarankan agar uranium tersebut direbut secara langsung dari Iran. "Anda masuk dan mengambilnya," katanya. (gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global #Iran #AS