Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Pratama Karamoy • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:23 WIB
TEKNOLOGI BARU: Google menyelenggarakan konferensi pengembangan AI bertajuk Google I/O di Mountain View, California, Amerika Serikat, selama dua hari (19–20/5). (Foto: BENJAMIN FANJOY)
TEKNOLOGI BARU: Google menyelenggarakan konferensi pengembangan AI bertajuk Google I/O di Mountain View, California, Amerika Serikat, selama dua hari (19–20/5). (Foto: BENJAMIN FANJOY)

 

MOUNTAIN VIEW – Google kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu mengubah mesin pencari Google menjadi sistem akal imitasi (AI) yang otonom (bisa bekerja sendiri). Perubahan ini disebut sebagai yang paling besar sejak Google Search diluncurkan hampir tiga dekade lalu.

Dilansir dari The Guardian, Google Search bukan lagi hanya tempat mencari informasi atau hanya menampilkan daftar link. Melainkan juga bisa mengerti konteks percakapan, memproses perintah rumit, dan membantu menyelesaikan tugas. Seperti asisten pintar yang memahami permintaan penggunanya. "Mesin pencari Google kini menjadi pencarian berbasis AI sepenuhnya," kata Elizabeth Reid, pimpinan Google Search.

Ditopang Model Terbaru Gemini

Reid menjelaskan bahwa pembaruan ini ditopang oleh model terbaru Gemini 3.5, yang memungkinkan sistem memproses pertanyaan panjang dan kontekstual serta menghasilkan respons yang lebih adaptif. Dalam laporan Google, sistem dapat menghasilkan format visual, simulasi, hingga alat interaktif yang disesuaikan dengan pertanyaan pengguna, menggeser struktur lama hasil pencarian berbasis daftar tautan.

Baca Juga: Danantara Rampingkan 180 Perusahaan BUMN

Kacamata Pintar Hadir Kembali

Disisi lain, Google juga memperluas ambisinya ke perangkat keras dengan kembali memasuki pasar kacamata pintar. Produk ini dikembangkan bersama Samsung, Warby Parker, dan Gentle Monster, serta terhubung langsung dengan sistem AI Gemini untuk interaksi berbasis suara dan kamera.

Langkah ini menjadi kebangkitan dari kegagalan Google Glass yang diluncurkan pada 2014 dan dihentikan setahun kemudian setelah menuai kritik sosial dan isu privasi. Kini, perangkat baru ini hadir dengan pendekatan berbeda: lebih ringan, lebih terintegrasi, dan berfokus pada fungsi asisten AI sehari-hari.

Dalam ekosistem baru ini, kacamata tidak lagi diposisikan sebagai perangkat eksperimental, tetapi sebagai titik masuk komputasi personal berbasis AI. Pengguna dapat berinteraksi langsung dengan sistem tanpa layar, menjadikan AI sebagai lapisan realitas tambahan dalam aktivitas harian. (din/dns)

Editor : Pratama Karamoy
#Google #global