HONGKONG - Permainan mesin capit yang menjamur di berbagai pusat perbelanjaan dan ruas jalan Hongkong memicu kekhawatiran baru. Ribuan warga dilaporkan menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk bermain, sementara para ahli menilai permainan tersebut memiliki unsur yang menyerupai perjudian dan berpotensi menimbulkan kecanduan.
Salah satu pemain, Neiki Lee, 48, mengaku telah menghabiskan sekitar HKD 100.000 atau setara Rp 227,8 juta dalam dua tahun terakhir hanya untuk bermain mesin capit. Nilai tersebut setara dengan sekitar separuh penghasilannya selama setahun. Menurut dia, biaya yang dikeluarkan sering kali jauh lebih besar dibandingkan nilai hadiah yang diperoleh.
Untuk mendapatkan sebuah boneka yang bernilai sekitar HKD 70, pemain bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan dolar Hongkong tanpa jaminan berhasil membawanya pulang.
Baca Juga: Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik
Fenomena serupa juga dirasakan Tommy Yu, 23. Meski menyadari sebagian mesin dirancang dengan tingkat kesulitan tinggi, ia mengaku tetap terdorong untuk terus bermain setelah mengalami kekalahan.
"Ketika Anda sudah mengeluarkan uang tetapi tidak mendapatkan apa pun, rasanya seperti kehilangan sesuatu. Itu membuat Anda ingin terus mencoba," katanya.
Konselor perjudian Chu Ho Ming menjelaskan bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan fenomena psikologis yang dikenal sebagai sunk cost fallacy atau kekeliruan biaya tenggelam. Semakin banyak uang yang telah dikeluarkan, semakin sulit bagi seseorang untuk berhenti karena merasa harus mendapatkan hasil dari pengorbanan yang telah dilakukan.
"Semakin banyak anak muda yang datang berkonsultasi terkait kecanduan permainan yang memiliki unsur perjudian tersebut," kata Chu Ho Ming. (idr/gas)
Editor : Pratama Karamoy