NEW YORK - Kegagalan uji roket New Glenn milik Blue Origin di Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS), justru menjadi keuntungan besar bagi SpaceX dalam persaingan membangun jaringan internet satelit global. Ledakan yang terjadi saat pengujian roket pekan lalu membuat program peluncuran satelit Kuiper milik Amazon terancam mengalami penundaan panjang. Kondisi tersebut memberi ruang lebih besar bagi Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, untuk memperkuat dominasinya di orbit rendah Bumi.
Infrastruktur Rusak
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00, Kamis (28/5) waktu setempat saat Blue Origin melakukan uji coba roket New Glenn di fasilitas peluncuran Cape Canaveral. Insiden itu tidak hanya menghancurkan kendaraan uji, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur penting di landasan peluncuran.
"Ini adalah momen keterkejutan kolektif sekaligus kemunduran besar," ujar investor Space Capital, Chad Anderson. Situasi menjadi lebih rumit karena Blue Origin saat ini hanya memiliki satu fasilitas peluncuran aktif.
Frekuensi Penerbangan Lebih Tinggi
Kondisi itu membuat SpaceX berada pada posisi paling diuntungkan. Perusahaan milik Elon Musk tersebut saat ini telah memiliki armada peluncuran yang matang dan frekuensi penerbangan yang jauh lebih tinggi dibanding para pesaingnya.
Melalui Starlink, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit di orbit rendah Bumi. Jumlah tersebut membuat layanan internet satelitnya menjadi yang terbesar di dunia dan semakin sulit dikejar kompetitor.
Baca Juga: Warga Hongkong Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Bermain Mesin Capit
Leluasa Perluas Jaringan
Dalam jangka pendek, tertundanya peluncuran satelit Kuiper memberi keuntungan strategis bagi SpaceX. Perusahaan milik Elon Musk itu semakin leluasa memperluas jaringan Starlink yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur digital paling penting bagi layanan internet, kecerdasan buatan, penerbangan, hingga sistem pertahanan di masa depan.
Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, menegaskan perusahaan tidak akan menghentikan proyek tersebut meski mengalami kemunduran besar. "Kami akan membangun kembali apa pun yang perlu diperbaiki dan kembali terbang," kata Bezos. (din/gas)
Editor : Pratama Karamoy