Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Anthropic Rebut Takhta OpenAI di Puncak Industri Akal Imitasi

Pratama Karamoy • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:01 WIB
VALUASI TERTINGGI: Ponsel pintar menampilkan logo perusahaan akal imitasi AS, Anthropic, di Mulhouse, Prancis. (AFP)
VALUASI TERTINGGI: Ponsel pintar menampilkan logo perusahaan akal imitasi AS, Anthropic, di Mulhouse, Prancis. (AFP)

 

LONDON - Peta persaingan industri kecerdasan buatan (AI) global berubah drastis. Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, resmi menggeser OpenAI sebagai perusahaan AI dengan valuasi tertinggi di dunia setelah meraih valuasi baru sebesar 965 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17.193 triliun.

Capaian tersebut diraih setelah Anthropic menuntaskan putaran pendanaan terbaru senilai 65 miliar dolar AS. Pendanaan jumbo itu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi dan mendorong nilai perusahaan melampaui OpenAI yang sebelumnya memimpin pasar AI.

Dilansir The Guardian, Senin (1/6), pendanaan terbaru Anthropic didukung sejumlah investor besar seperti Altimeter Capital, Dragoneer, Greenoaks, dan Sequoia Capital. Arus modal yang deras tersebut memperkuat posisi Anthropic di tengah persaingan sengit pengembangan teknologi AI generatif.

Dengan valuasi 965 miliar dolar AS, Anthropic kini berada di atas OpenAI yang pada Maret lalu tercatat memiliki valuasi sekitar 852 miIiar dolar AS. Pergeseran posisi tersebut menandai perubahan penting dalam industri AI yang selama beberapa tahun terakhir didominasi OpenAI melalui popularitas ChatGPT.

Baca Juga: Kegagalan Blue Origin Buka Jalan SpaceX Kuasai Internet Satelit

Pertumbuhan Anthropic ditopang oleh meningkatnya penggunaan produk AI mereka di kalangan perusahaan besar. Kehadiran berbagai alat bantu berbasis AI, termasuk platform pemrograman Claude Code, dinilai berhasil menarik minat sektor korporasi yang membutuhkan solusi kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas.

Chief Financial Officer Anthropic Krishna Rao mengatakan produk Claude kini semakin banyak digunakan oleh pelanggan di berbagai negara. “Claude semakin menjadi bagian yang tidak tergantikan bagi komunitas pelanggan global kami yang terus berkembang,” ujarnya dalam pernyataan resmi. (din/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global