SAINT PETERSBURG - Langit Rusia diwarnai eskalasi militer yang dramatis pada Sabtu pagi. Ukraina melancarkan serangan udara berskala masif dengan menembakkan ratusan pesawat tak berawak atau drone ke berbagai wilayah Rusia. Serangan ini menelan satu korban jiwa, memicu kebakaran hebat di fasilitas minyak, dan mengganggu jalannya hari penutupan Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF), ajang yang kerap dijuluki sebagai Davos-nya Rusia.
Insiden ini mempertegas kebuntuan upaya diplomatik yang tengah dipimpin oleh Amerika Serikat. Perang yang telah berlangsung selama beberapa tahun tersebut justru menunjukkan tren peningkatan serangan udara dari kedua belah pihak, di tengah terbelahnya fokus dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat total 376 drone Ukraina. Wilayah yang menjadi sasaran tembak mencakup spektrum yang sangat luas, meliputi Belgorod, Bryansk, Kaluga, Kursk, Leningrad, Novgorod, Oryol, Pskov, Rostov, Ryazan, Smolensk, Tver, Tula, wilayah Moskow, serta di atas perairan Laut Azov dan Laut Hitman.
Kedua dalam Sepekan
Serangan ini juga menargetkan wilayah Republik Crimea yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014 dan Republik Abkhazia, wilayah Georgia yang saat ini diduduki oleh militer Rusia. Fokus utama serangan mengarah ke Saint Petersburg. Ini merupakan kali kedua dalam kurang dari sepekan kota tersebut menjadi target operasi. Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyatakan bahwa serangan tersebut secara spesifik menargetkan pangkalan angkatan laut Kronstadt di Saint Petersburg, serta Gudang Senjata ke-15 Angkatan Laut Rusia di wilayah Leningrad.
Baca Juga: Kasus Korupsi BGN, Sony Sonjaya Berpeluang Jadi Justice Collaborator
Serangan Balik
Di saat yang sama dengan serangan drone ke Rusia, militer Moskow juga terus menggempur wilayah Ukraina pada Sabtu pagi, yang menewaskan seorang pria berusia 64 tahun. Lalu di kota Zaporizhzhia serangan udara melukai seorang ayah dan anak lakinya yang baru berusia 10 tahun, dan di kota Dnipro petrovsk serangan kombinasi drone dan artileri menewaskan satu orang dan melukai tiga warga sipil lainnya. (idr/gas)
Editor : Pratama Karamoy