LONDON – Angkatan bersenjata Inggris menyergap kapal tanker minyak dari armada bayangan Rusia di Selat Inggris kemarin (14/6) dini hari. Operasi tersebut menjadi pertama kalinya dipimpin langsung oleh Inggris dalam upaya menindak kapal-kapal yang diduga membantu ekspor minyak Rusia yang dikenai sanksi internasional.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengonfirmasi operasi yang berlangsung selama enam jam tersebut. Dalam operasi itu, pasukan komando Marinir Kerajaan bersama petugas Badan Kejahatan Nasional menaiki dan mengambil alih kendali kapal tanker Smyrtos yang berlayar menggunakan bendera Kamerun.
Berdasarkan data pelacakan pelayaran, kapal tersebut kini berada di perairan lepas pantai Dorset, dekat Weymouth. Otoritas Inggris menyatakan kapal itu akan terus dipantau untuk mengantisipasi potensi masalah keselamatan maupun dampak lingkungan.
Pemerintah Inggris menyebut Smyrtos merupakan salah satu dari sekitar 700 kapal yang tergabung dalam armada bayangan Rusia. Armada tersebut diduga berperan penting dalam mengangkut minyak Rusia yang terkena sanksi Barat akibat perang di Ukraina.
Baca Juga: Israel Gempur Lebanon di Tengah Negosiasi Iran-Amerika Serikat
Menurut otoritas Inggris, sekitar 75 persen ekspor minyak Rusia yang dikenai pembatasan dilakukan melalui jaringan armada bayangan tersebut. Keberadaan kapal-kapal itu dinilai membantu Moskow mempertahankan pendapatan dari sektor energi di tengah tekanan ekonomi internasional.
"Operasi yang sukses ini memberikan pukulan telak lagi kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang memicu perang Putin di Ukraina bahwa kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi," ujar Starmer.(gas)
Editor : Pratama Karamoy