Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Jokowi : Jangan Sebar Fitnah di Medsos saat Pesta Demokrasi

Tesalonika Pontororing • 2023-07-24 08:59:27

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Syukuran 1 Abad NU 25 Tahun PKB di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023).
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Syukuran 1 Abad NU 25 Tahun PKB di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023).

JAGOSATU.com - Presiden Joko Widodo mengajukan permintaan khusus terkait pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024.

Ia berharap bahwa pesta demokrasi tersebut akan dijalani dengan baik dan penuh kegembiraan, serta bebas dari ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah di media sosial.

"Jangan ada ujaran kebencian, ndak. Jangan ada lagi berita bohong, banyak itu yang di pemilu-pemilu sebelumnya. Terutama di medsos, di media sosial. Jangan lagi ada fitnah-fitnahan. Sekali lagi jangan lagi ada fitnah-fitnahan, utamanya juga di medsos," tegas Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat ia hadir dalam acara Syukuran 1 Abad Nahdlatul Ulama dan merayakan 25 tahun Partai Kebangkitan Bangsa di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada hari Minggu.

Selama acara tersebut, Jokowi menekankan bahwa pemilu adalah momen pesta demokrasi, di mana rakyat seharusnya dapat bersenang-senang dan merayakannya dengan damai.

Ia menekankan pentingnya untuk tidak ada ketakutan atau pertengkaran di antara sesama warga negara.

Baca Juga: Puan Maharani Sebut Lima Calon Wakil Presiden untuk Pasangan Ganjar Pranowo

“Saya kalau baca medsos kadang-kadang geleng-geleng, kok nggeh koyo ngeten, sami-sami sederek, sami-sami sedulur. Nggih mboten? Apalagi (pertengkaran) atas nama agama, ini tidak boleh terjadi," tegas Presiden.

Jokowi juga menyoroti bahwa perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar dan harus dihargai.

Ia mengajak semua orang untuk tidak merespons perbedaan tersebut dengan bertengkar atau saling mencela.

"Lha wong yang di atas-atas aja, ketua-ketua partai itu sering makan-makan bareng. Capres-capres itu ngopi bareng, lha kok yang di bawah saling bertengkar dan berkepanjangan, kangge nopo. Kita ini satu saudara, sebangsa dan setanah air Indonesia. Ampun kesupen, nggih mboten?” jelasnya.

Selain itu, Jokowi berharap bahwa setelah pemilu usai, seluruh rakyat Indonesia dapat bersatu kembali sebagai bangsa yang besar.

Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Siap Diperiksa Kejaksaan Agung

"Kok isih, pemilune wis rampung, isih udruk udrukan ning medsos, kadang-kadang nggeleng nggeleng niki kok koyo ngeten. Tapi itu bukan di PKB,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa karena PKB telah mencapai usia ke-25 tahun.

Dia mendoakan agar PKB semakin berjaya, meningkatkan perolehan suara di Pemilu 2024, dan memainkan peran yang lebih besar di pemerintahan mendatang.

"Selamat juga kepada Gus Muhaimin Iskandar, Bapak Ketua Umum PKB yang telah memimpin PKB selama 18 tahun, yang menjaga PKB tetap solid dan mempertahankan PKB sebagai partai besar," ujar Jokowi. (antara)

Editor : Tesalonika Pontororing
#pesta demokrasi #Pemilu 2024 #Jokowi