Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bina Remaja GMIM 3-9 September 2023, 1 Yohanes 4 : 7-21 Mengasihi Saudara Wujud Mengasihi Allah

Aprilia Sahari • 2023-09-04 14:33:28
LOGO REMAJA GMIM.
LOGO REMAJA GMIM.

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 4 : 7-21

Tema: "Mengasihi Saudara Wujud Mengasihi Allah"

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan, hal mengasihi adalah sangat penting. Tuhan Yesus mengajarkan kasih kepada manusia. Ketika seorang ahli Taurat bertanya: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum taurat?“ Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu itulah hukum yang terutamana dan pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri”. (Matius 22:37-39). Mengapa kasih itu penting? Jawabanya karena "Allah itu Kasih". Yohanes 3:16 Berkata: ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Rasul Yohanes melalui bacaan 1 Yohanes 4:7-21 mengatakan: "Allah itu adalah kasih". Nyata benar bahwa inilah Kasih itu: Bukan kita manusia yang lebih dahulu mengasihi Allah tetapi Allah yang lebih dahulu mengasihi manusia. Ia mengutus Anak-Nya Yesus Kristus sebagai penebus dosa, Juruselamat dunia. Inilah yang dalam bahasa Yunani disebut kasih Agape yang berarti kasih Allah kepada manusia. Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri atau cinta kasih tanpa batas, tanpa syarat dan tidak egois. "Unconditional Love" atau cinta kasih yang tidak mengharapkan balasan, cinta kasih yang tulus dan suci. Kasih Phileo atau Philia berarti kasih sayang sejati antar sahabat dekat tanpa hubungan darah. Dikenal kasih persahabatan. Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran". Adapun kasih orang tua kepada anak-anaknya sebaliknya anak terhadap orang tuanya itulah kasih “storage". Ulangan 5:16, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu”. Sedangkan kasih “Eros" yaitu kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi. Kasih Eros berlaku bagi suami istri dalam satu pernikahan kudus membuahkan keturunan. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28) Kasih Eros yang dipraktekkan oleh anak-anak muda ataupun orang-orang yang sudah tua, tanpa penguasaan diri mengakibatkan dosa.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan, apakah kamu benar-benar mengasihi Allah? Pasti serentak menjawab: “Ya, dengan segenap hati”. Pertanyaan berikut, apakah kamu benar-benar mengasihi sesamamu? Seorang remaja menjawab, "Tunggu dulu! Kalau aku, aku sangat mengasihi Tuhan. Tapi untuk sesamaku itu, aku sangat membencinya“. “Kita marah pa dia, sebab dia sombong, makang puji, pandang enteng orang, kita so nemau batamang deng dia.” Firman Tuhan mengatakan, "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah sebab Allah adalah kasih." (ayat 8). Jikalau seorang berkata, “Aku mengasihi Allah dan Ia membenci saudaranya maka Ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin ia mengasihi Allah yang tidak dilihatnya" (ayat 20).

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina, Firman Tuhan ini adalah peringatan keras bagi penerima surat Yohanes tempo dulu dan kepada kita di era modern ini. Jangan-jangan tampaknya kita beribadah tapi di hadapan Tuhan, yang beribadah itu pendusta dan tidak mengenal Allah. Mengapa? Karena masih menyimpan dendam, amarah, kebencian terhadap sesama. Tema renungan kita “Mengasihi sesama, wujud mengasihi Allah". Patrikan sabda ini dihatimu, nyatakan dalam perbuatanmu. Ajakan hidup dalam kasih terus disampaikan sebab akan datang masa sukar. “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah”. (2 Timotius 3:2-4).

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Roh Kudus Tuhan yang suci dan mulia membantu orang percaya untuk mengasihi. Buka hatimu, Roh Kudus akan berbicara, sehingga engkau tidak hanya mengasihi orang yang mengasihimu tapi engkau dapat mengasihi orang yang memusuhimu. Yesus berkata, "Kasihilah musuhmu". Dan di dalam kasih tidak ada ketakutan, kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Bagaimana? Masihkah ada kesulitan mengasihi sesama yang berlaku jahat atasmu? Berdoalah, dan berseruh seperti lantunan pujian ini: “Ajarilah kami bahasa kasih-Mu, agar kami dekat padaMu Ya Tuhan". Kasih itu lemah lembut, sabar sederhana. Kasih itu murah hati rela menderita. Andaikan aku pahami bahasa semua, hanyalah bahasa kasih kunci tiap hati". Doa Bapa kami “...Ampunilah kami atas kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami...”. Dan lakukanlah perintah ini, “Barangsiapa mengasihi Allah, Ia harus mengasihi sesamanya”. Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#Remaja GMIM #GMIM #Bina Remaja #Renungan GMIM