Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang Bintang di Pilgub Sulut, CEP-Conny Siap Menyodok

Tina Mamangkey • 2024-02-13 14:16:52
Photo
Photo

JAGOSATU.COM - Tampaknya Pilkada di Sulawesi Utara akan menjadi ajang yang menarik dengan dinamika politik yang kompleks.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik Gubernur maupun Bupati/Wali Kota akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Tahapan Pilkada sudah akan dimulai Mei 2024.

PDIP yang sedang berkuasa di Sulawesi Utara menargetkan membuat hattrick.

Pada Pilkada 2015, Banteng Moncong Putih memenangkan kontestasi Pilkada Gubernur (Pilgub) setelah mengusung Olly Dondokambey (OD) dan Steven Kandouw (SK).

Duo yang akrab disingkat ODSK itu melanjutkan tren positif pada Pilgub 2020 silam.

Untuk Pilgub 2024, Olly Dondokambey sudah memberi isyarat menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Sulut kepada wakilnya dua periode ini, Steven Kandouw.

Selain ancer-ancer mengusung eks Ketua DPRD Sulut itu, PDIP juga menargetkan mengisi 25 dari 45 kursi DPRD Sulut.

Syarat mengusung Cagub-Cawagub Sulut adalah minimal 20 persen kursi parlemen. 20 persen itu sebanyak minimal 9 kursi.

Tidak sulit bagi PDIP memenuhi kuota tersebut. Sebab, pada Pileg 2019 saja partai merah ini menguasai 18 kursi. Artinya bukan persoalan krusial untuk urusan mengusung cagub.

Faktor OD dan SK masih sangat kuat. Belum lagi 13 dari 15 kabupaten/kota di Sulut sejatinya dikuasai oleh kepala daerah asal PDIP.

Kecuali Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yang jatuh ke tangan Partai Demokrat dan Nasdem.

Meski beberapa Bupati dan Wali Kota kini diisi Penjabat (PJ), niscaya mereka akan patuh terhadap perintah atasannya, Gubernur OD.

Apalagi status Pj adalah ASN aktif. Yang juga memegang jabatan Eselon II di provinsi.

Photo
Photo

Target PDIP merebut 25 kursi dari 18 kursi hasil Pileg 2019 juga masih relevan.

Apalagi para caleg itu juga disupport kepala daerah asal PDIP dari 6 daerah Pemilihan (Dapil) di Sulut.

‘’Akan memudahkan kita untuk mengusung cagub jika kuota di DPRD Provinsi melimpah. Bahkan tidak perlu berkoalisi.

Namun, PDIP tetap membuka peluang berkoalisi dengan partai mana-pun, sejauh visi dan misi kita searah dalam membangun Sulut,’’ jelas OD, Ketua DPD PDIP Sulut dalam berbagai kesempatan.

Pria yang juga Bendahara Umum DPP PDIP itu optimis target 25 kursi di Pileg 2024 bukan takabur. Tapi itu realita di lapangan yang akan dikejar.

Pada Pilgub 2022 silam, ODSK mendapat perlawanan dari pasangan Christiany Eugenia Paruntu (CEP)-Sehan Salim Landjar (SSL). Kolaborasi antara Partai Golkar (7 kursi), PAN (2 kursi) dan Demokrat (4 kursi). 

ODSK sendiri dikawal oleh PDI-P (18 kursi), PSI (1 kursi), PKB (1 kursi), Gerinda (2 kursi) dan partai non seat PPP dan Perindo. 

Sedangkan pasangan Vonny Anneke Panambunan (VAP)-Hendry Runtuwene diskong Partai Nasdem (9 kursi) dan PKS (1 kursi).

Jika melihat situasi saat ini, yang akan menjadi Pemenang kedua setelah PDIP di Sulut adalah antara Partai Gerindra, Golkar dan Demokrat.

Nasdem diprediksi akan menyusut. Kursi PSI diramalkan bertambah, begitu pun PKB. Perindo diprediksi akan meraih minimal 1 kursi.

Melihat peta kekuatan parpol  di Sulut saat ini tampak sekali terjadi head to head antara PDIP versus Demokrat.

Bukan lagi Nasdem. Penyebabnya, ada faktor Ketua DPD Demokrat Sulut, Elly Engelbert Lasut yang sejak jauh hari sudah menggaung akan tampil di arena Pilgub.

 ‘’Kita akan mengejar kuota 20 persen syarat mengusung cagub, yaitu minimal 9 kursi,’’ terang Sekretaris DPD Demokrat Billy Lombok di awal pendaftaran sebagai caleg.

Selain PDIP, gerakan Demokrat di daerah-daerah sangat masif. Faktor E2L memicu persaingan cagub terbuka lebar antara Bupati Talaud itu dengan jagoan PDIP Steven Kandouw, jika ia yang kemudian resmi diusung Banteng Moncong Putih.

E2L sendiri sudah mengantongi rekomendasi dari DPP untuk sosialisasi sebagai bakal calon gubernur (bacagub).

Kemudian ada Partai Golkar. Kehadiran CEP masih menjadi magnet yang patut diperhitungkan.

Kendati kursi partai kuning pada Pileg 2019 melorot hanya meraih 7 kursi saja, tapi mantan Bupati Minahasa Selatan tersebut optimis partai besutannya akan melompat jauh di Pileg 2024.

‘’Kita menargetkan untuk meraih 15 atau minimal 9 kursi. Itu harga mutlak agar pada Pilkada nanti mencukupi kuota 10 persen,’’ terang Tetty, panggilannya.

Terty sendiri sudah mengantongi rekomendasi DPP Partai Golkar untuk mensosilisasikan diri sebagai bacagub di Pilgub 2024. Meski dia juga sedang terdaftar sebagai caleg DPR RI Dapil Sulut.

Bagaimana dengan Gerindra? Partai besutan Conny Rumondor sebagai ketua DPD Sulut ini diketahui sedang mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai capres-cawapres.

Hanya saja geliatnya di Sulut akan tersendat menyusul pergantian sejumlah Ketua DPC Kabupaten/Kota jelang tahapan Pilkada. Meski begitu secara nasional gaung Gerinda sedang menguat.

 Pada survei secara nasional, garuda Merah Putih ini juga beberapa kali mengungguli PDIP untuk legislatif.

Jika perolehan kursi Gerindra Sulut menyodok seperti di era Wenny Lumentut sebagai ketua, hingga bisa merebut satu kursi pimpinan dewan, diperkirakan apapun hasil Pileg dan Pilpres, Conny Rumondor akan tetap diusung partainya sebagai bacagub.

‘’Bila melihat peta politiknya, ya realitisnya adalah PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra.

Meski beberapa pengamat melihat Nasdem akan terjadi penurunan terutama di DPRD Sulut, bagi saya itu masih relatif.

Sebab, Nasdem, PKB dan PKS adalah motor utama penggerak pasangan capres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Prakiraan saya Ketua DPW Nasdem Sulut Dr Victor Mailangkay SH MH juga akan turut meramaikan bursa Pilkgub.

Memang jawaban tepat adalah hasil perolehan kursi di DPRD Sulut nanti. Tapi, sudah tampak bahwa Nasdem juga sedang bersiap diri untuk turun di Pilgub,’’ urai Dr Donald Monintja Sos, MSi.

Dosen politik di FISIP Unsrat ini mengamati bahwa akan muncul minimal 4 atau 5 besar bacagub Sulut.

Dengan PDIP sebagai motor utama, yang sudah menggaungkan nama Steven Kandouw.

‘’Untuk Sulut PDIP masih di ranking teratas. Yang akan mengekor pastinya empat partai tadi, Golkar, Gerindra, Demokrat dan Nasdem.

Secara otomatis kita tentu menjagokan pula ketua-ketua partainya untuk bertarung di Sulut.

Entah nanti jika ada jagoan lain, tapi secara umum biasanya yang diutamakan adalah ketua partainya.

PDIP, Demokrat dan Partai Golkar sudah mengkristal, sementara Gerindra dan Nasdem tampak masih misteri,’’ tutur Wakil Dekan III FISIP Unsrat ini.

Jika itu terjadi, maka suasana Pilgub Sulut 2024 akan hampir mirip seperti Pilgub 2019 lalu. Yakni, jagoan PDIP ODSK ditantang dua srikandi, CEP dan VAP.

 ‘’Bisa tiga atau empat pasangan cagub-cawagub. Tapi realistinya tiga pasang, seperti Pilgub 2024.

Akan tetappi kemungkinan 4 pasang juga terbuka lebar bila melihat syarat mengusung yakni 9 kursi,’’ tambah Mner Onal, panggilannya.

Bila empat pasang, maka Stevena Kandouw dan Elly Lasut plus dua perempuan CEP dan Conny Rumondor.

 ‘’Ini yang mengemuka. Tapi, tetap hasil Pileg akan sangat berpengaruh.

Peta koalisi pun tidak bisa mengacu pada koalisi nasional. Kondisi di daerah bisa bertolak belakang dengan koalisi nasional,’’ terangnya.

Secara kasat mata sudah bisa diprediksi, selain SK dan E2L, akan menyeruak nama CEP dan Conny plus Victor Mailangkay.

Yang pasti Steven dan E2L akan memiliki penanantang serius, duo Keke, CEP dan Conny.(mpd)

Editor : Tina Mamangkey
#Gubernur #Steven Kandouw #cagub-cawagub #Olly Dondokambey #Pilgub #Sulawesi Utara #Pilkada