Yesaya 43 : 8-13
Menjadi Saksi Bagi Tuhan
'Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku." (10a)
Menurut sobat Teruna, kita yang memilih Tuhan atau Tuhan yang memilih kita? Dalam pergaulan sehari-hari, kita lebih sering bertemu orang yang (mau) memilih agama bagi dirinya. Orang-orang itu berkata bahwa ia memilih agama tertentu sebagai pegangan hidupnya. Berbeda dengan itu, Firman Tuhan menyatakan bahwa Dialah yang memilih kita untuk menjadi hamba dan saksi-saksi bagi-Nya. Sebetulnya, Tuhan sudah memilih kita sejak awal, yaitu ketika la menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Tuhan memilih manusia untuk mengelola segala sesuatu yang ada di bumi ini. Namun Tuhan memberikan pilihan pada kita antara menjadi umat yang taat melakukan kehendak-Nya atau tidak. Ada konsekuensi dari tiap pillhan yang kita buat. Satu hal yang pasti adalah ketika kita memilih untuk taat kepada kehendak Tuhan, la akan memakai kita untuk bersaksi kepada orang banyak tentang kebaikan dan keselamatan yang dari-Nya.
Sobat Teruna, menjadi saksi bagi Tuhan adalah bagian penting dalam hidup kita sebagai umat-Nya. Kita harus jujur mengakui bahwa kita sering menganggap sebutan kita sebagai orang Kristen hanyalah identitas belaka. Padahal, pilihan dan panggilan Tuhan yang terkandung dalam sebutan "Kristen", lebih dari sekadar status. Tuhan ingin memakai kita menjadi saksi terhadap segala perbuatan-Nya.
Menjadi saksi bagi Tuhan di tengah-tengah dunia ini bukanlah hal yang mudah. Kita takut disebut sebagai "orang-orang yang fanatik dan sok rohani." Kita juga takut akan penilaian orang lain yang dapat membuat mereka menjauhi kita. Namun yakinlah bahwa Tuhan akan menguatkan kita untuk dapat menjadi saksi yang benar demi kemuliaan nama-Nya. Sebab itu, jangan ragu melainkan beranilah untuk menjadi saksi Tuhan di manapun kita berada.
Doa: "Ya Tuhan, kuatkanlah aku agar dapat menjadi saksi-Mu yang benar sehingga melalui hidupku, aku dapat berkenan di hadapanMu. ". Amin
Editor : Alfianne Lumantow