Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, 19 April 2024, Yesaya 45: 20- 21, Jangan Mengejar Kesia-siaan

Alfianne Lumantow • 2024-04-18 23:05:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yesaya 45: 20-  21  

Jangan  Mengejar  Kesia-siaan     

"Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan." (20b)

Sobat Teruna,  setelah orang Yehuda kembali dari pembuangan di Babel, Nabi Yesaya ditugaskan untuk melakukan pembinaan   iman  terhadap  mereka.   Mereka  diingatkan  bahwa mereka dapat pulang ke Yerusalem hanya karena campur tangan Tuhan.   Mereka pun diingatkan  agar tidak mengulangi kesalahan yang  pernah  dilakukan   di  masa  lalu,    yaitu tidak  menyembah Tuhan   dengan  benar tetapi  malah menyembah  berhala-berhala yang mati dan tidak  menyelamatkan.   Nabi  Yesaya tahu  bahwa semua  bentuk penyembahan berhala itu  berasal dari  pengaruh bangsa-bangsa lain yang hidup di sekitar umat. Jika umat dengan tegas   menolak   ajakan   atau   pengaruh   mereka   untuk   (ikut) menyembah berhala,   tidak   mungkin   penyembahan  berhala  itu marak di tanah  Yehuda.   Untuk itu,  Nabi Yesaya  mengingatkan bahwa keselamatan  sejati itu hanya ada pada Tuhan.   Jika ada orang yang masih  menolak kuasa Tuhan dan menyembah pada berhala  yang   tidak  menyelamatkan    itu  artinya,    ia  termasuk kelompok orang yang tidak berpengetahuan.  Bukankah berhala-berhala itu adalah buatan tangan manusia (benda mati)?  Tidak masuk akal kalau  manusia justru  menyembah  buatan  tangan mereka sendiri.

Sobat  Teruna,   hari   ini   kita  diingatkan   untuk  membangun hidup  yang  benar  bersama Tuhan.   Caba  pikirkanlah arti   hidup yang tengah dijalani  saat ini. Seandainya,  kita  hidup tanpa Tuhan, apakah  keadaan  kita akan  baik-baik saja? Tanpa Tuhan,   tidak akan ada sesuatu yang baik  terjadi.  Oleh karena itu,  selama kita masih  hidup,   lakukanlah    hal-hal  yang  baik   dan  mendatangkan sesuatu yang baik untuk kita.  Sabat Teruna,  alangkah sayang jika hidup, khususnya  masa remaja kita  ini,   digunakan dalam kesia-siaan.  Jika  kita hidup bersama dengan Tuhan,   maka kita akan didorong untuk melakukan kebaikan  yang bermanfaat bagi orang lain. 

  

Doa: "Tuhan Yesus, kuatkanlah imanku agar semakin dekat dengan-MuTolonglah aku untuk menjadi orang yang berguna". Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#Renungan #SABDA BINA TERUNA #GPIB