Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, 20 April 2024, Yesaya 48:1-8 Jadi Orang Jangan Mengeraskan Hati

Alfianne Lumantow • 2024-04-19 23:05:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yesaya 48:1-8

Jadi Orang Jangan Mengeraskan Hati

"Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,."  (4)

Sobat Teruna, selama berabad-abad Tuhan selalu setia menyertai kehidupan manusia. Namun selama itu juga, Tuhan harus berhadapan dengan sikap manusia yang tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu.  Sikap itulah yang membawa manusia seringkali meninggalkan Tuhan dan menyembah allah-allah lain. Para nabi telah berulang kali dikirim Tuhan untuk mengingatkan umatNya, tapi sayangnya, seruan mereka tidak didengar. Situasi semacam ini tentu membuat Tuhan ada dalam posisi yang sulit. Ketidaksediaan umat untuk bertobat, mau tidak mau, mendekatkanmereka pada hukuman yang Tuhan berikan.

Namun pada sisi lain, Tuhan sangat mengasihi mereka dan tidak mau memberi hukuman. ltulah sebabnya, kasih Tuhan seringkali menunda pelaksanaan hukuman demi memberi kesempatan  bagi  manusia. Tetapi  karena  kesempatan ini  pun dilewatkan, maka Tuhan pun harus bersikap tegas yaitu dengan menjatuhkan hukuman atas mereka. Tujuan Tuhan menghukum umat-Nya tentu tetap dalam kerangka kasih, yaitu menuntun manusia pada pertobatan.  Jika manusia berproses dalam pertobatan, maka Tuhan akan memulihkankembali hidup mereka. lnilah pola yang kita selalu lihat, baik saat membaca Alkitab maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sobat Teruna, hidup dalam pola yang terus berulang ini (berdosa -  diampuni -  berdosa lagi -  diampuni lagi, dst) tentu bagi diri kita sendiri sangat menjengkelkanbahkan membuat putus asa (pesimis)  tetapi tidak bagi Tuhan. Tuhan memiliki kesabaran dalam menghadapi karakter kita.   Hal ini yang mendorong Tuhan untuk bertindak ketika kita tidak berdaya menghadapi kuasa dosa yang membinasakan.

Karya penebusan yang dilakukan melalui karya Tuhan Yesus itu menjadi bukti nyata kepedulian kasih Tuhan kepada kita.  Sebab itu, janganlah  kita menyalah-gunakan kesabaran hati Tuhan dengan terus mengeraskanhati. Marilah bertobat!

 Doa: "Tuhan,  aku bersyukur alas kesabaran-Mu   terhadap  dosa yang berulang kali kulakukan.  Tolonglah kami untuk sungguh-sungguh bertobat  "Amin

 

 

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#Renungan #SABDA BINA TERUNA #GPIB