Mazmur 68:1-19
Allah Bangkit, Terseraklah Musuhnya
Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. (Ayat 2).
Halo sobat teruna, siapa yang pernah memiliki musuh? Seperti Handi yang memusuhi Teddy karena Teddy tidak mau diajak kebut-kebutan di jalan raya dengan motor Handi yang berknalpot brong sehingga bising sekali suaranya. Dalam hal ini, Teddy bersikap benar karena ajakan Handi tidaklah benar, bisa mencelakakan diri dan mengganggu orang banyak. Teddy sudah mengingatkan Handi namun ia marah dan tidak mau bicara lagi dengan Teddy. Sebagai teruna Kristen, Teddy berdoa untuk Handi supaya ia sadar akan perbuatannya itu.
Bacaan hari ini berisi Mazmur yang ditulis oleh Daud - Raja Israel yang kedua. Daud mengatakan bahwa banyak yang memusuhi Allah, termasuk orang-orang yang dikuasai Iblis yang sangat membenci Allah. Namun semua musuh Allah diserakkan, dilenyapkan dan dibinasakan karena kuasa Allah itu hebat dan luar biasa. Berbeda dengan orang benar yang taat pada perintah Allah, mereka akan bersukaria, gembira dan sukacita bersama Allah.
Allah mengajarkan kita untuk berdoa bagi musuh-musuh (orang-orang fasik). Tapi, kita juga harus berdoa untuk tetap kuat melawan mereka yang tidak suka pada pekerjaan Allah yang mendatangkan damai sejahtera. Bagi orang-orang yang tidak mengasihi Allah dan tidak mengikuti ajaranNya maka mereka tidak akan bisa merasakan damai. Bagaimana rasanya hidup tanpa kedamaian? Wajah mereka akan selalu cemberut, jadi pemarah dan lama kelamaan kesehatannya akan terganggu karena hati yang penuh kebencian.
Karena itu, mari sobat teruna, jadilah anak-anak Allah yang benar. Marilah kita mengajak teman-teman yang tidak taat pada Allah dan mungkin memusuhi kita, untuk berbalik mengasihi Allah agar mereka dapat merasakan kedamaian. Jangan menjadi musuh Allah, agar kita tidak binasa.
Doa: Tuhan Yesus, kami mau selalu mengasihi-Mu dan mengajak teman-teman untuk taat dan setia kepada-Mu sehingga kami semua beroleh sukacita dan damai sejahtera. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow