Kisah Para Rasul 1:12-14
HANYA MENUNGGU DAN BERDOA
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus. (ay. 14; TB2)
Pengikut Yesus telah melihat bahwa Yesus telah terangkat ke surga. Awan telah menutup-Nya. lni adalah perpisahan yang menakjubkan. Peristiwa tersebut masih teringat dengan jelas dalam perjalanan mereka kembali ke Yerusalem. Mereka adalah kesebelas rasul, dan Maria, ibu Yesus bersama Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas (baca Matius 13:55). Keempat orang ini adalah saudara-saudara Tuhan Yesus. Selebihnya adalah beberapa perempuan yang telah bersama dengan mereka.
Sebelum Yesus terangkat ke surga, Yesus menyampaikan bahwa mereka akan menerima kuasa dan ditugaskan menjadi saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi. Namun, mereka belum dapat memahami maksud kata-kata yang disampaikan Yesus. Perpisahan telah terjadi antara Yesus dengan mereka, bagaimana cara mereka meminta penjelasan lebih lanjut atas perkataan Yesus tersebut? Ada juga dua orang berpakaian putih yang tiba-tiba berdiri di dekat mereka. Mereka membicarakan tentang kedatangan kembali Yesus. Namun, mereka tidak memberitahu kapan Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti mereka melihat Dia naik ke surga.
Jadi, yang bisa dilakukan oleh pengikut Yesus, bersama-sama Maria dan saudara-saudara-Nya, adalah menunggu kehadiran Roh Kudus. Yesus mengatakan turun; Roh Kudus turun ke atas mereka. Tidak jelas, apakah sebenarnya maksud perkataan Yesus dan juga kedua orang berpakaian putih itu. Jadi, lebih baik menunggu saja. Bukan hanya menunggu, tetapi juga berdoa.
Kita tidak akan bisa memahami cara kerja Tuhan. Kita pun juga tidak tahu, bagaimana nantinya ke depan kita akan menjalankan tugas kita sebagai saksi Kristus dengan segala perkembangan zaman yang ada. Oleh karena itu, kita tetap berdoa. Tuhan akan mengarahkan kita. Pengaturan masa depan itu, sesungguhnya, di luar kemampuan kita.
Doa : (Tuhan, ingatkanlah kami untuk mengambil waktu berdoa kepada Tuhan, karena, sesungguhnya, kami memiliki keterbatasan). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow