Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 12 Mei 2024, Kisah Para Rasul 1:12-14 HANYA MENUNGGU DAN BERDOA

Alfianne Lumantow • 2024-05-12 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kisah Para Rasul 1:12-14

HANYA MENUNGGU DAN BERDOA

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus. (ay. 14; TB2)

Pengikut Yesus telah melihat bahwa Yesus telah terangkat ke surga. Awan telah menutup-Nya. lni  adalah  perpisahan yang menakjubkan. Peristiwa  tersebut  masih teringat dengan jelas dalam perjalanan mereka kembali ke Yerusalem.  Mereka adalah kesebelas rasul,  dan Maria, ibu Yesus bersama Yakobus, Yusuf,  Simon dan Yudas (baca Matius 13:55).  Keempat orang ini adalah saudara-saudara Tuhan Yesus. Selebihnya adalah beberapa perempuan yang telah bersama dengan mereka.

Sebelum Yesus terangkat ke surga, Yesus menyampaikan bahwa mereka akan menerima kuasa dan ditugaskan menjadi saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi. Namun,  mereka belum dapat memahami maksud kata-kata yang disampaikan  Yesus. Perpisahan telah terjadi antara Yesus dengan mereka,  bagaimana cara mereka meminta penjelasan lebih lanjut atas perkataan Yesus tersebut? Ada juga dua orang berpakaian  putih yang tiba-tiba berdiri  di dekat mereka. Mereka membicarakan tentang  kedatangan  kembali Yesus. Namun,   mereka tidak memberitahu   kapan Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti  mereka melihat Dia naik ke surga.

Jadi,  yang bisa dilakukan  oleh pengikut Yesus,   bersama-sama Maria dan saudara-saudara-Nya,  adalah menunggu kehadiran  Roh Kudus.  Yesus mengatakan  turun;  Roh Kudus turun ke atas mereka. Tidak jelas,  apakah  sebenarnya maksud  perkataan  Yesus dan juga kedua orang berpakaian  putih itu.  Jadi,  lebih baik menunggu  saja. Bukan hanya menunggu, tetapi juga berdoa.

Kita tidak akan bisa memahami  cara kerja Tuhan.  Kita pun juga tidak tahu,   bagaimana nantinya ke depan kita  akan menjalankan tugas kita   sebagai saksi Kristus dengan segala perkembangan zaman yang ada.  Oleh karena itu,  kita tetap berdoa.  Tuhan akan mengarahkan  kita.  Pengaturan  masa depan itu,  sesungguhnya,   di luar kemampuan kita.

Doa : (Tuhan, ingatkanlah kami untuk mengambil waktu berdoa kepada Tuhan, karena, sesungguhnya, kami memiliki keterbatasan). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT