Kisah Para Rasul 1:12-14
Penantian
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria Ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus. (Ayat 14)
Penantian hasil ujian membuat Anton gelisah. Meskipun Anton telah menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan ujian, Anton tetap cemas. Bagaimana kalau dia tidak lulus ujian? Kalau pun lulus bagaimana kalau nilainya kurang baik. Berbagai hal buruk menghantui pikiran Anton. Penantian juga dirasakan oleh murid-murid Yesus. Mereka telah menyaksikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus mati untuk menebus dosa manusia dan naik ke surga. Ada dua janji yang mereka nantikan, mereka akan dibaptis dengan Roh Kudus dan Yesus akan datang kembali ke dunia.
Dua kisah di atas, sama-sama berbicara tentang penantian. Namun ada yang berbeda di antara keduanya. Anton mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Anton telah melakukan persiapan namun dia tetap tidak yakin. Penantian Anton dipenuhi oleh kegelisahan dan ketakutan. Sementara murid-murid Yesus mengandalkan Tuhan. Mereka memilih untuk bertekun, saling melayani, saling menguatkan dan saling menasihati. Meskipun Yesus telah naik ke surga, mereka harus memilih untuk hidup memelihara kesatuan di antara mereka dan kesatuan bersama Yesus melalui doa.
Sobat teruna juga menghadapi masa penantian yang serupa. Sebentar lagi tiba waktu kenaikan kelas dan kelulusan. Sebentar lagi akan memasuki jenjang yang lebih dewasa. Sebagian akan menjadi teruna yang lebih matang dan sebagian menjadi pemuda. Proses peralihan ini diwarnai oleh berbagai keraguan. Bila mengandalkan diri sendiri, kita cenderung terjebak dalam ketakutan, kecemasan serta rasa tidak percaya diri. Namun hal ini akan berbeda bila sobat teruna telah mengenal Yesus. Kehidupan kita, termasuk masa penantian, hendaknya mengandalkan Tuhan. Libatkanlah diri dalam persekutuan dan berdoa agar Tuhan menyertai masa penantian tersebut. Persekutuan dan doa adalah nafas kehidupan orang Kristen.
Doa: Tuhan Yesus yang maha pengasih, sertai aku di dalam masa transisi menuju ke jenjang kehidupan yang lebih dewasa. lngatkan aku agar dalam masa penantian ini aku tetap setia berdoa baik secara individu maupun di dalam persekutuan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow