Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 17 Mei 2024, Lukas 18:9-14 BERDOA DENGAN PENUH KERENDAHAN HATI

Alfianne Lumantow • 2024-05-17 16:05:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Lukas 18:9-14

BERDOA DENGAN PENUH KERENDAHAN  HATI

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan  dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  (ay.14)

Senada dengan Martin Luther yang pernah mengatakan "Preces et lacrimae sunt arma ecclesia :   doa dan air mata adalah senjata gereja", William Gurnall juga pernah menulis bahwa Doa adalah nafas bagi orang-orang beriman dan doa yang dinaikkan ini bukanlah sekadar kata-kata atau kalimat yang diungkapkan keluar tanpa makna dan penghayatan.

Dari ungkapan kedua tokoh di atas, ada sebuah syair yang digubah kata-katanya menjadi .... ''Apalah arti doamu kepada Tuhan ... bila tanpa rendah hati dan syukur... Apalah arti doamu kepada Tuhan, bila hidupmu merendahkan orang lain.... Apalah arti doamu kepada Tuhan.. bila hidupmu sombong dan bercela...." Kata-kata ini menjadi nasihat bagi kita agar berhati-hati dalam berdoa. Bila sikap hati kita dipenuhi dengan kesombongan, mengganggap diri paling bersih, paling benar, paling hebat dan orang lain dipandang rendah,  hina, tidak layak maka kita sesungguhnya tidak pantas berdoa memohon pengampunan dari Tuhan.

Yesus memberikan penjelasan tentang doa dengan menggambarkan dua hati manusia yang digambarkan dalam perumpamaan, hati yang pertama dimiliki oleh orang Farisi yang sombong dan menganggap dirinya paling benar. Kedua, hati orang yang berdoa dengan penuh penyesalan dan bertobat. Yesus menjelaskan kepada para murid bahwa orang-orang yang sombong, memandang  hina orang lain, menganggap diri paling benar tidak akan diterima doanya bahkan dirinya akan ditolak oleh Allah. Sedangkan orang  yang  berdoa disertai dengan rasa sesal dan malu serta bertobat dialah yang akan diterima oleh Allah.

Jadi sikap hati yang sombong ternyata dapat menghalangi hubungan kita dengan Allah sehingga bukan saja doa-doa kita yang tidak didengar Allah  bahkan ketika tiba saatnya kita tidak akan dikumpulkan bersama Tuhan, kita ditolak oleh Tuhan.

Doa : (Tuhan, ampunilah kami, sadarkanlah kami,kami tidak mau sombong. Kami ingin merendahkan  hati kami sehingga  doa kami berkenan di hadapan-Mu). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT