Lukas 18:9-14
BERDOA DENGAN PENUH KERENDAHAN HATI
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (ay.14)
Senada dengan Martin Luther yang pernah mengatakan "Preces et lacrimae sunt arma ecclesia : doa dan air mata adalah senjata gereja", William Gurnall juga pernah menulis bahwa Doa adalah nafas bagi orang-orang beriman dan doa yang dinaikkan ini bukanlah sekadar kata-kata atau kalimat yang diungkapkan keluar tanpa makna dan penghayatan.
Dari ungkapan kedua tokoh di atas, ada sebuah syair yang digubah kata-katanya menjadi .... ''Apalah arti doamu kepada Tuhan ... bila tanpa rendah hati dan syukur... Apalah arti doamu kepada Tuhan, bila hidupmu merendahkan orang lain.... Apalah arti doamu kepada Tuhan.. bila hidupmu sombong dan bercela...." Kata-kata ini menjadi nasihat bagi kita agar berhati-hati dalam berdoa. Bila sikap hati kita dipenuhi dengan kesombongan, mengganggap diri paling bersih, paling benar, paling hebat dan orang lain dipandang rendah, hina, tidak layak maka kita sesungguhnya tidak pantas berdoa memohon pengampunan dari Tuhan.
Yesus memberikan penjelasan tentang doa dengan menggambarkan dua hati manusia yang digambarkan dalam perumpamaan, hati yang pertama dimiliki oleh orang Farisi yang sombong dan menganggap dirinya paling benar. Kedua, hati orang yang berdoa dengan penuh penyesalan dan bertobat. Yesus menjelaskan kepada para murid bahwa orang-orang yang sombong, memandang hina orang lain, menganggap diri paling benar tidak akan diterima doanya bahkan dirinya akan ditolak oleh Allah. Sedangkan orang yang berdoa disertai dengan rasa sesal dan malu serta bertobat dialah yang akan diterima oleh Allah.
Jadi sikap hati yang sombong ternyata dapat menghalangi hubungan kita dengan Allah sehingga bukan saja doa-doa kita yang tidak didengar Allah bahkan ketika tiba saatnya kita tidak akan dikumpulkan bersama Tuhan, kita ditolak oleh Tuhan.
Doa : (Tuhan, ampunilah kami, sadarkanlah kami,kami tidak mau sombong. Kami ingin merendahkan hati kami sehingga doa kami berkenan di hadapan-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow