Hakim-Hakim 12: 11-12
"BERKARYA TANPA PEDULI SOROTAN DUNIA"
Kesetiaan tanpa panggung adalah bukti iman tak tergoyahkan karena Tuhan melihat bahkan ketika dunia tak memperhatikan.
Sesudah dia, maka Elon orang Zebulon memerintah sebagai hakim atas orang Israel. Ia memerintah atas orang Israel sepuluh tahun lamanya (ay. 11)
Siapa yang tak terharu melihat Muhammad Zohri, pelari muda asal Namun di tengah peristiwa hebat itu, ia merasa sedih karena tak ada yang menyiapkan baginya bendera Merah Putih di garis finish. Seakan -akan pesimis ia akan menang! Momen itu viral, bukan hanya karena Zohri menang secara mengejutkan, tetapi karena ia tetap bangga, tetap berdiri tegak meski tak disambut semeriah sorakan pemenang lainnya.
Dalam Firman hari ini, kita menemukan sosok Elon dari Zebulon yang tercatat hanya dua ayat dalam sejarah Israel. Tidak ada kisah heroik, mukjizat besar, atau pertempuran dahsyat seperti hakim-hakim sebuah dekade lain. Tapi ia memimpin Israel selama sepuluh tahun kesetiaan yang tidak dicatat panjang, namun tetap diakui oleh sejarah Alkitab.
Sobat muda. Kisah Elon mengajak kita untuk tidak mengabaikan peran penting mereka yang tidak menonjol. Pertanyaannya, apakah kita hanya setia ketika ada spotlight? Atau kita tetap mau berjalan lurus seperti Elon dan Zohri yang tetap maju meski tak diiringi sorak- sorai?
Kesetiaan Elon mencerminkan karakter Allah sendiri: yang setia, sekalipun manusia sering melupakan-Nya; yang hadir, bahkan ketika umat-Nya tidak menyadari. Ini adalah undangan bagi kita untuk bukan hanya dalam pekerjaan besar, meneladani sifat Allah itu - dan tersembunyi yang tetapi juga dalam tugas-tugas kecil dipercayakan setiap hari. Pemuda Kristen dipanggil untuk hidup dalam keheningan yang berdampak. Bangunlah konsistensi belajar tekun dan melayani tanpa pamrih. Seperti Zohri yang tetap memeluk Merah Putih dengan bangga, dan seperti Elon yang tetap memimpin dengan setia, mari menjadi pemuda yang tetap bersinar meski tanpa sorotan dunia sekitar. Amin.
Doa : Ya Tuhan, bentuklah aku menjadi pribadi yang konsisten berkarya bukan untuk manusia, tetapi semata demi kemuliaan-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow