Amsal 2:1-5
"MENDAPATKAN HARTA YANG TERPENDAM "1
Ketika engkau sungguh-sungguh menyimpan hikmat dalam hatimu maka kemilaunya akan bercahaya pada waktu yang tepat.
"Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejamnya seperti mengejar harta terpendam" (ay. 4)
Sobat Muda, dalam sebuah syair pujian "Janganlah Kumpulkan Harta" ada kalimat yang terinspirasi dari Nas Matius 6:21 "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada", hal ini menggambarkan seseorang yang memberi hati terhadap sesuatu yang bernilai dalam pandangannya. Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang kita anggap berharga maka berbagai macam cara dapat kita lakukan, sekalipun tolak ukur setiap orang dalam menilai dan menghargai itu berbeda-beda tetapi orang-orang akan membenarkan segala cara bahkan yang salah sekalipun untuk mendapatkannya.
Dalam kitab Amsal, penulis menyampaikan pengajaran hikmat dengan menunjukkan sikap seorang anak dalam menerima pengajaran. Pengajaran bukan hanya tentang mendengarkan tetapi menyimpan pengajaran itu dalam hati, agar setiap orang yang mau berproses dapat menjadi pribadi yang lebih bijak dalam bersikap. Setiap pengajaran yang mengandung hikmat dapat menjadi harta bagi setiap orang yang mendapatkannya oleh karena hikmat adalah bekal yang baik dalam menjalani kehidupan.
Sobat muda, perikop ini berisikan pengajaran hikmat tentang keadaan yang dibutuhkan seorang murid ketika mendapatkan didikan sehingga hati menunjukkan kesiapan untuk berproses dan belajar.
Dalam hidup, kita berhadapan dengan berbagai keraguan dalam mengambil sebuah tindakan, sehingga hikmat menjadi jalan untuk Tuhan mengarahkan kehidupan kita sebagai manusia agar dapat yakin menjalaninya. Dalam firman, perintah yang pertama setelah mendengar ialah meletakkannya dalam hati sehingga telinga dan hati dapat bersinergi untuk menerima dan menyimpan kemudian menghasilkan pengertian yang baik. Percayalah sobat muda, jika hikmat menjadi sesuatu yang berharga dalam hidupmu maka disanalah hatimu berada. Hikmat yang adalah harta terpendam akan membawamu dalam pengenalan akan Allah dan pengertian untuk memahami segala rancangan-Nya dalam kehidupanmu. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk terus belajar memahami kehendakmu melalui hikmat yang menuntun aku di sepanjang waktu, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow