Markus 8: 11-13
Menjadi Tanda Kasih Allah
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. (ayat 11).
Sobat Teruna, coba bayangkan ini saat sedang asyik main game dan fokus pada layamya, tiba-tiba, ada teman yang mendekati dan berkata, "Eh, lihat deh, orang itu keren sekali."
Tapi tanpa menengok, sobat teruna hanya menjawab, "Ah, yang mana? Nggak ada tuh, coba tunjuk yang mana orangnya.
Padahal, orangnya ada di sana, tetapi sobat teruna nggak ngeh. Kira-kira seperti itulah gambaran orang-orang Farisi di dalam bacaan kita ini.
Selama pelayanan-Nya di dunia, Tuhan Yesus telah banyak melakukan mujizat.
Seperti menyembuhkan orang sakit, membuat yang buta bisa melihat, bahkan memberi makan ribuan orang dengan roti dan ikan.
Mujizat-mujizat ini adalah bukti bahwa Dialah Sang Mesias. Tetapi orang-orang Farisi tersebut seolah-olah memiliki "blind spot rohani" yang membuat mereka tidak bisa melihat bukti itu.
Mereka malah meminta "tanda" yang lebih wow, seperti petir yang menyambar dari langit atau suara dari surga.
Melihat kekerasan hati dan ketidakpercayaan mereka, Tuhan Yesus mengeluh dalam hati-Nya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak akan diberikan tanda kepada angkatan ini, kecuali tanda Yunus." Lalu Tuhan Yesus meninggalkan mereka.
Sobat teruna, tanpa sadar, kadang kita juga seperti orang-orang Farisi tadi. Kita terlalu sibuk dengan dunia kita sampai tidak menyadari bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup.
Kita mungkin melihat mujizat kecil dalam bentuk kesehatan, keluarga dan teman yang suportif, kesempatan belajar, dsb.
Namun seringkali masih mengharapkan sesuatu yang lebih spektakuler.
Hari ini kita diingatkan, daripada terus meminta tanda, mari merendahkan hati dan fokus hidup dalam iman agar kita memiliki kepekaan untuk merasakan kehadiran Tuhan.
Sehingga hidup kita menjadi "tanda kasih Allah" bagi orang-orang di sekitar kita. Amin.
Doa: Tuhan Yesus. Tolong buka mata hatiku, agar mampu melihat karya-Mu yang hadir di hidupku dan jadikan hidupku sebagai tanda kasih-Mu bagi sesama Amin
Editor : Alfianne Lumantow