Markus 8:17
KELUARGA BUKAN SOAL ROTI
"...Mengapa kamu memperdebatkan bahwa hal itu Kukatakan karena kamu tidak mempunyai roti?...." (ay.17)
Kadang kala tolak ukur berkat dimaknai sebagai kakayaan, materi dan kelimpahan, selain dari pada itu bukanlah berkat dari Tuhan.
Dalam nas bacaan ini, Yesus menegur para murid-Nya ketika Yesus berbicara tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes.
Dalam pemahaman para murid, ketika Yesus menyampaikan untuk berhati- hati kepada ragi orang Farisi dan ragi Herodes adalah tentang roti yang tidak dimiliki oleh para murid.
Ayat 14 menyebutkan bahwa para murid lupa membawa roti dan hanya ada satu roti saja di perahu.
Bagi para murid, ketika Yesus menyampaikan ini seolah menyindir para murid yang tidak membawa roti, dan itu menjadi persoalan dalam kebersamaan para murid.
Kemudian muncul perdebatan di antara para murid (ayat 16), entah perdebatan saling menyalahkan atau perdebatan tentang tafsir dan arti ungkapan Yesus.
Dalam perikop disebutkan bahwa Yesus mengetahui situasi tersebut sehingga Yesus mengungkapkan nas bacaan kita hari ini.
Yesus menegaskan bahwa yang disampaikan adalah tentang ragi dan bukan tentang roti ada atau tidak.
Yesus lebih menekankan tentang pentingnya kewaspadaan terhadap hal-hal yang diajarkan para Farisi, sebab lebih penting untuk melihat ajaran yang disampaikan ketimbang perihal jasmani.
Yesus senantiasa mengajarkan bahwa manusia tidak hanya hidup dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari Allah.
Perdebatan dalam keluarga terkadang juga seputar "roti" atau yang bersifat fisik. Keluarga menjadi berantakan dan muncul berbagai persoalan.
Yesus kembali mengingatkan bahwa memang "roti" itu penting bagi keluarga tetapi keluarga bukan hanya tentang "roti".
Keluarga adalah persekutuan yang menghadirkan Kristus dan firman-Nya yang menjadi terang dalam kehidupan.
Dengan adanya firman, maka berkat sukacita, dan damai sejahtera ada dalam kehidupan keluarga. Amin.
Doa: Berkatilah keluarga kami dengan kasih-Mu ya Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow