Markus 8:25-26
SUNGGUH-SUNGGUH MELIHAT KARYA TUHAN DALAM KELUARGA
"Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas" (ayat 25)
Untuk dapat melihat diperlukan mata yang baik. Namun dalam melihat karya Tuhan bukan hanya mata fisik yang diperlukan, tetapi juga mata hati yang mengenal dan percaya kepada Yesus.
Yesus bertemu dengan orang buta yang dibawa oleh orang-orang dan memohon kepada Yesus untuk menyentuh orang buta ini.
Dalam arti mereka memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan mata orang buta (ayat 22).
Dalam ayat 25 disebutkan bahwa Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang buta.
Artinya dalam ayat sebelumnya, yaitu ayat 23-24, disebutkan bahwa Yesus menyembuhkan orang buta itu tetapi orang buta masih melihat orang lain seperti pohon-pohon yang berjalan.
Dalam ayat 25 ini disebutkan "Yesus meletakkan tangannya lagi pada mata orang buta", kemudian disebutkan bahwa mata orang buta ini menjadi jelas untuk melihat
"Maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas".
Menarik untuk dilihat dalam peristiwa ini, penulis Markus menyampaikan bahwa Yesus melakukan tahapan dalam memberikan mukjizat-Nya tidak seperti yang lain bahwa Yesus menyembuhkan orang lain dalam satu tahap saja.
Melalui perikop ini, dalam kehidupan keluarga kita saat ini terkadang kita juga tidak dapat melihat kehadiran Tuhan karena mata kita tertutup atau dibutakan dengan kehidupan.
Kita lebih melihat sesuatu dalam samar-samar tanpa kepastian dan kejernihan, sehingga mudah lari atau jauh dari Tuhan.
Kita diajar tidak dalam satu kali proses untuk dapat melihat dengan jelas dan jernih, tetapi dalam berbagai proses yang kita lalui.
Ketika kita mau melihat kehadiran-Nya dengan sungguh-sungguh, maka kita akan melihat bahwa kehadiran Tuhan Yesus sungguh nyata dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Amin.
Doa: Ajarkan kami untuk sungguh-sungguh melihat karya-Mu ya Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow