Bacaan Alkitab: Filemon 1:17-19
Natal Itu Pengampunan
Sobat teruna, kita set natal. Biasanya, suasana masa persiapan menyambut Natal. Biasanya, suasana Natal itu identik dengan sukacita, hadiah, dan kumpul keluarga.
Tapi, ternyata Natal juga berbicara tentang pengampunan. Seperti kisah Paulus, Filemon dan Onesimus dalam perikop hari ini.
Dalam suratnya, Paulus meminta Filemon, sahabatnya, untuk menerima kembali Onesimus, budaknya yang dulu kabur dan mungkin merugikannya.
Onesimus ini ibarat "utang" atau "masalah" bagi Filemon.
Ayo, lihat apa yang Paulus katakan: "Kalau ia merugikan engkau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku aku.
Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya." Wah, Paulus rela menanggung semua "utang" Onesimus.
Ia ingin Filemon menerima Onesimus seperti menerima Paulus sendiri. Bukankah ini mirip dengan kisah Natal?
Teruna GPIB, kita semua pasti pernah melakukan kesalahan bahkan melakukan dosa, berulang kali mengecewakan hati Tuhan, dan merugikan orang lain.
Kita tidak sanggup menanggungnya sendiri, tetapi Tuhan Yesus datang dan rela menanggungnya dosa untuk menyelamatkan kita.
Di masa Adven ini, mari mensyukuri pengampunan sebagai hadiah luar biasa dari Tuhan. Dan seperti Filemon yang diminta untuk menerima Onesimus.
Mari kita juga belajar untuk memberikan pengampunan dan menerima orang lain yang mungkin pernah merugikan kita.
Sebab Natal adalah tentang kasih yang mau berkorban, bukan hanya bersibuk diri mempersiapkan ini dan itu.
Tetapi membuka hati dan bersiap selalu dalam memberi pengampunan. Amin.
Doa : : Tuhan Yesus di masa den ini, aku bersyukur atas hadiah Natal terindah yai kelahiran dan pengorbanan-Mu untuk menebus dosaku Ajar aku ya Tuhan анний пешво фаah pengampunan dan man mienerima sesama, seperu Engkan telah mengampun dan menerima Amin
Editor : Alfianne Lumantow