Bacaan Alkitab Kejadian 18:1-15
Karya Allah dalam Keluarga
Sebab untuk itulah Tuan-tuan telah datang di tempat hambamu ini." (ay.5)
Sobat teruna, kisah kehadiran Allah dalam hidup Abraham terjadi bacaan dengan wujud manusia dan bertamu ke tempat Abraham.
Pada masa manusia hidup berpindah-pindah atau nomaden, kemah adalah tempat berlindung bagi keluarga.
Dengan Allah mendatangi tempat kediaman Abraham, maka rencana-Nya sedang tertuju kepada keluarga Abraham bukan semata pada diri Abraham saja.
Itu sebabnya, istri Abraham, Sara, pertama kali terlibat dalam pembicaraan Allah dengan Abraham.
Keluarga di mata Allah adalah ruang bagi Allah untuk menyatakan kasih dan kesetiaan-Nya kepada manusia sekaligus kehendak-Nya untuk melibatkan manusia dalam rencana-Nya atas dunia.
Allah berencana untuk menghadirkan suatu kaum atau suku bangsa yang akan menjadi umat kepunyaan-Nya.
Rencana Allah ini mesti disambut tidak hanya oleh Abraham tetapi juga oleh Sara karena untuk membangun suatu kaum maka mesti dimulai dari keluarga.
Keluarga adalah pangkal dari hadirnya suatu kaum atau suatu masyarakat. Bukan hanya dalam keberadaan, mutu atau kualitas dari suatu masyarakat pun dibangun dari keluarga.
Masyarakat akan hidup selaras dengan kehendak Tuhan apabila keluarga sudah membiasakan setiap anggotanya untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan.
Oleh sebab itu, Sobat teruna, kita bersyukur bahwa Tuhan menghadirkan keluarga bagi kita untuk lahir dan tumbuh di tengah-tengah dunia.
Keluarga tidak harus sekandung. Keluarga bisa terdiri dari orang-orang yang tinggal bersama dengan kita dan yang selalu ada di sekitar kita serta menyayangi kita.
Melalui keluarga kita dapat belajar dan terbiasa dengan nilai-nilai Firman Tuhan. Semua itu akan mempengaruhi tumbuhnya karakter kita sebagai anak-anak Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan aku bersyukur dengan keluarga yang ku miliki. Berkat keluargaku yu Tuhan dan bimbing dengan Roh Kudus Mu untuk membentuk aku menjadi anak yang Tuhan kohendaki Amin.
Editor : Alfianne Lumantow