Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 15 Desember 2025, Kejadian 45:1-5 Ikatan Kasih Dalam Keluarga

Alfianne Lumantow • 2025-12-12 13:09:15
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kejadian 45: 1-5

IKATAN KASIH DI DALAM KELUARGA

"Sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini." (ay. 5a)

Keluarga, sebagai unit terkecil di dalam masyarakat, menjadi tempat proses individu untuk belajar dan bertumbuh kembang bersama individu lainnya.

Proses belajar ini memungkinkan seseorang mengenal karakter pribadinya dan memahami karakter anggota keluarga lainnya.

Hal-hal yang bersifat negatif kadang diselesaikan dengan keterbukaan untuk saling memperbaiki dan hal- hal yang bersifat positif terus dikembangkan sebagai wujud dari ikatan kasih.

 

Yusuf, mungkin semula merasa sedih dan sakit hati, saat kakak- kakaknya menjual dia kepada seorang pedagang Ismael karena rasa benci terhadap dirinya (Kej. 37:28).

Karunia menafsirkan mimpi yang dimiliki Yusuf dilihat bukan sebagai keistimewaan oleh saudara-saudaranya tetapi justru membawa dirinya ke dalam kesusahan: dijual, menjadi budak, dan menjadi tawanan di Mesir.

Namun dalam situasi terpuruk itu, Yusuf tetap setia kepada Tuhan. Hasilnya adalah karunia menafsirkan mimpi tersebut membawa Yusuf masuk ke dalam istana Firaun dan menjadi orang nomor dua setelah Firaun.

 

Hikmat Yusuf membawa Mesir menuai kesuksesan dan kemakmuran. Saat bencana kelaparan melanda seluruh bangsa, Mesir tidak mengalaminya.

Justru segala bangsa datang ke Mesir untuk membeli gandum, termasuk kakak-kakak Yusuf.

Semula Yusuf merahasiakan jati dirinya, namun akhirnya ia mengungkapkan dirinya di hadapan saudara-saudaranya.

Tentu mengetahui hal itu saudara- saudaranya takut karena pernah melakukan hal yang buruk terhadapnya, namun Yusuf menenangkan mereka dan menyatakan semua itu masuk dalam rencana Tuhan untuk menolong keluarganya.

 

Ikatan kasih di dalam keluarga harus terus kita pelihara agar ada kehidupan yang saling menopang dan menguatkan.

Kehidupan antar individu di dalam keluarga harus terus kita jaga berdasarkan kasih Tuhan, agar berkat-Nya mengalir dalam keluarga sehingga selalu terwujud damai sejahtera dan sukacita. Amin.

 

Doa: Tuhan berkatilah kehidupan keluarga kami agar ikatan kasih selalu ada di dalamnya. Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT