Bacaan Alkitab Kejadian 45:9-11
Berdedikasi pada Keluarga
"Di sana aku akan memelihara engkau, supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu..." (ay.11)
Sobat teruna, melanjutkan perenungan kita tentang Yusuf, kita yang baca ini adalah keberlanjutkan dari rencana dan karya Allah.
Sejak masa Abraham yang menghendaki terbentuknya suatu kaum yang akan menjadi umat kepunyaan-Nya di tengah-tengah dunia.
Rencana dan karya itu membutuhkan keluarga dan keluarga membutuhkan anggota keluarga yang berdedikasi untuk kepentingan keluarga.
Anggota keluarga yang berdedikasi atau berkorban dalam kisah ini adalah Yusuf. la berkomitmen untuk membawa keluarganya untuk tinggal bersama-sama dengannya di negeri Mesir.
Ia tidak mau membiarkan mereka hidup dalam bencana kelaparan yang sedang terjadi.
Yusuf menunjukkan pengorbanan, komitmen, dan kesetiaan untuk kelangsungan hidup keluarganya.
la bahkan meminta keluarganya untuk tidak menunda-nunda lagi kepindahan mereka ke negeri Mesir.
Bisa saja Yusuf mengabaikan keluarganya atau hanya menolong ayahnya saja. Apa yang telah dilakukan kakak-kakaknya.
Cukup menjadi alasan kuat bagi Yusuf untuk meninggalkan kakak-kakaknya bersama keluarga mereka menderita kelaparan.
Namun ia tidak melakukan hal itu karena ia menyadari bahwa semua yang dimilikinya di negeri Mesir adalah berkat Allah.
Dan maksud Allah memberikan itu kepada dia untuk memastikan kelangsungan hidup seluruh keluarga ayahnya, Yakub.
Sobat Teruna, disini kita belajar bahwa dalam sikap kita kepada keluarga, jangan hanya dilatarbelakangi dari apa yang sudah keluarga buat untuk kita.
Tetapi mesti dilatarbelakangi dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita dan apa yang dikehendaki- Nya dari kita untuk keluarga kita.
Hal ini menunjukkan pentingnya keberadaan keluarga di hadapan Tuhan. Dengan demikian, sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk berdedikasi bagi keluarga, karena itu yang berkenan dihadapan Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan, ajarilah aku untuk berdedikasi pada keluargaku. Ajarilah aku tentang pentingnya keluarga bagiku dalam rencana-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow