Bacaan Alkitab : Lukas 1:26-38
"Saat Tuhan Bilang: Tidak Ada yang Tidak Mungkin!"
Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ay. 38)
Dalam perjalanan hidupinada masa ketika sobat teruna diperhadapkan pada dinding yang menjulang tinggi, bisikan dalam hati berkata, "Ini nggak mungkin...", seandainya tentang nilai pelajaran yang terasa tidak mungkin dicapai.
Masalah dengan sahabat yang rasanya tak ada jalan keluar, atau impian masa depan yang begitu besar sampai membuat kita takut melangkah.
Kita semua pernah merasakan beban dari kata 'ngak mungkin' itu, kan?
Hari ini kita akan belajar dari dua perempuan luar biasa, Maria dan Elisabet. Bayangkan, Maria, seorang gadis muda yang masih perawan, tiba-tiba diberi kabar akan mengandung seorang anak.
Secara akal sehat, itu benar-benar nggak mungkin! Lalu, ada Elisabet, sepupunya, yang sudah sangat tua dan dianggap mandul seumur hidupnya, tapi ternyata juga sedang mengandung. Dunia pasti berkata, "Ini gila! Ini tidak mungkin!"
Namun, di tengah segala "ketidakmungkinan" itu, ada satu pernyataan dahsyat dari malaikat Tuhan yang mengubah segalanya, "Sebab, bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Ini bukan sekadar kata- kata indah, tapi janji nyata dari Tuhan yang tidak terbatas oleh hukum alam atau logika kita. Maria dan Elisabet tidak lari dari "ketidakmungkinan" itu.
Mereka memilih untuk percaya dan berkata dengan iman yang tulus, "Aku ini adalah hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Mereka mengizinkan Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib.
Renungkanlah, adakah "ketidakmungkinan" dalam hidupmu hari ini? Percayalah, Tuhan yang sama, tidak pernah berubah.
Dia sanggup melakukan yang paling tidak mungkin dalam hidupmu. Jangan biarkan ketakutan atau logika membatasi kuasa-Nya.
Beranilah melangkah dalam ketaatan, meskipun kita tidak melihat jalannya. Serahkan kekuatiranmu, karena nggak ada yang nggak mungkin bagi Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan, ajar aku percaya "tak ada" yang tidak mungkin bagi-Mu Mampukan aku taat dan berani melangkah setiap hari. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow