Lukas 1:50-56
PILIHAN DAN KEBAHAGIAAN
"Rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia" (ay. 50)
Maria menyadari bahwa Allah telah memakainya untuk menyatakan kehendak dan kuasa-Nya.
Padahal Maria hanyalah perempuan biasa dari sebuah tempat yang sangat jauh dari keramaian Yerusalem.
Maria juga telah melihat kuasa Allah atas Elisabet yang ditemuinya tengah mengandung enam bulan dalam usia lanjut.
Maria dan Elisabet berada pada masa kaum perempuan dianggap kelompok derajat rendah.
Budaya patriarki -yang menekankan dan meninggikan lelaki- membuat Maria dan Elisabet tidak memiliki hak yang setara dengan kaum lelaki dalam masyarakat.
Bagi Elisabet, yang tidak memiliki anak hingga tua, ketiadaan anak membuat dirinya semakin direndahkan oleh tradisi dan budaya yang berlaku di sekitarnya.
Jadi, ketika Allah menyatakan kuasa-Nya melalui Maria dan Elisabet, tindakan Allah menjadi sangat berharga bagi mereka.
Maria menggambarkan betapa berharganya tindakan Allah bagi dirinya dan Elisabet melalui nyanyiannya.
Ada beberapa tema dalam nyanyian Maria, yakni pujian bagi Allah yang menyelamatkan, pengakuan tentang perhatian Allah kepada yang direndahkan, dan Allah merendahkan mereka yang meninggikan diri.
Nyanyian Maria bukan hanya pujian atas tindakan Allah bagi dirinya, tetapi juga pujian atas tindakan Allah bagi Israel.
Nyanyian Maria menggambarkan kebahagiaannya karena Allah berkenan memilihnya.
Maria itu bukan siapa-siapa; masih ada yang dianggap berderajat tinggi dari pada Maria. Namun, Allah memilih Maria.
Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia merupakan tindakan Allah yang memilih manusia. Allah mengasihi manusia dan juga seluruh ciptaan-Nya- dan menghendaki manusia bebas dari kekuasaan dosa.
Oleh karena itu, perayaan akan peristiwa Tuhan Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia dan yang berjanji akan datang kembali merupakan peringatan sukacita bagi segenap warga gereja. Allah telah memilih kita juga. Amin
Doa: Tuhan, betapa berharganya kami karena Engkau telah memilih kami. Ajarlah kami untuk selalu bersyukur. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow