Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 23 Desember 2025, Lukas 1:57-66 Saling Mendukung Dalam Kemurahan Allah

Alfianne Lumantow • 2025-12-19 08:46:45
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Lukas 1:57-66

SALING MENDUKUNG DALAM KEMURAHAN ALLAH

"tetapi ibunya berkata, "Jangan! la harus diberi nama Yohanes" (ay. 60)

Pemberian nama kepada anak membutuhkan perhatian khusus. Ada yang berkaitan dengan tokoh terkenal.

Ada nama yang diberikan berdasarkan peristiwa yang dialami di sekitar kelahiran. Ada nama yang diberikan berkaitan dengan harapan orang tua.Ada juga yang dikaitkan dengan anggota keluarga.

 

Salah satu kebiasaan di Israel pada masa lampau adalah pemberian nama untuk anak berkaitan dengan penghormatan kepada anggota keluarga yang lebih tua atau bahkan yang telah meninggal.

Ada pemahaman bahwa makna yang dikenakan pada anak merupakan harapan tentang karakter dan kehidupan anak itu.

Jadi, ketika tetangga-tetangga dan saudara-saudara Zakharia dan Elisabet menanyakan nama anak yang baru berumur delapan hari itu, mereka bingung dengan jawaban Elisabet.

Tidak ada anggota keluarga mereka yang bernama demikian. Mereka menginginkan Elisabet mengikuti kebiasaan mereka.

 

Nama Yohanes berarti "Tuhan adalah murah hati." Nama tersebut diberikan oleh Tuhan melalui malaikat-Nya kepada Zakharia.

Kelak anak yang sedang dirayakan kelahirannya itu akan mempersiapkan jalan bagi kehadiran Kristus, yang akan membentuk umat yang baru, yang telah dikasihi Allah.

Penentuan nama oleh Tuhan menjadi gambaran bahwa Tuhan akan menyatakan tindakan kemurahan hati- Nya secara langsung untuk menyelamatkan manusia.

Kehamilan Elisabet dan pemulihan Zakharia menjadi gambaran kemurahan Tuhan itu sendiri.

 

Ketaatan serta sikap saling menguatkan dan melindungi yang ditunjukkan oleh Zakharia dan Elisabet adalah pelajaran bagi kita dalam berkeluarga.

Tantangan dan masalah akan tetap hadir dalam hidup kita. Jadi, menjelang kedatangan Tuhan Yesus, kita menunjukkan sikap taat kepada Allah.

Sikap saling menjaga dan menguatkan untuk tetap taat pada kehendak Allah juga menjadi perhatian kita sebagai satu persekutuan yang telah menerima kemurahan hati-Nya. Amin.

 

Doa: Tuhan, kuatkanlah kami di tengah arus kehendak duniawi agar kami tetap sungguh-sungguh menyambut kedatangan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT