Yohanes 1:10-13
HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH
"Namun, semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak supaya menjadi anak- anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, (ay.12)
Masihkah Natal memiliki makna bagi kita kini? Peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem dirayakan oleh umat Kristen sebagai hari Natal.
Namun sadar atau tidak, fenomena hari Natal telah mengalami pergeseran nilai yang luar biasa.
Awalnya Hari Natal dirayakan dengan sukacita, sebagai tanda syukur, bahwa Tuhan mau hadir ke dalam dunia yang hina ini melalui Kristus Yesus.
Kini hari Natal dirayakan sebagai hari libur, ini adalah kesempatan untuk bersenang-senang, berpesta pora.
Natal pun bisa menjadi sebuah kesempatan untuk dapat meraih keuntungan yang besar.
Segala yang berlabel Natal laris untuk diperdagangkan. Natal juga hanya dijadikan kesempatan untuk temu kangen antar keluarga, sahabat dan tetangga, yang mungkin selama setahun terjebak dalam berbagai aktivitas sehingga jarang bertemu, bertegur sapa dan berbagi.
Di gereja berbagai aktivitas diakonia dilakukan pada saat itu, Sinterklaas (Sint-Nikolaas yang baik hati) sebagai salah satu ikon Natal, dihidupkan kembali pada saat natal dalam berbagai versi, menghampiri anak-anak dan membagi-bagikan hadiah.
Itulah yang terjadi di sekitar Natal. Bila cara kita merayakan Natal masih seperti itu, simaklah firman Tuhan hari ini.
Kedatangan Yesus ke dalam dunia memanggil kita untuk memperbaiki hidup dan kehidupan. Baik kehidupan diri kita, sesama, juga lingkungan.
Kita diutus untuk menghadirkan kehidupan yang indah, damai, penuh kasih dalam ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan.
Natal adalah perayaan penuh sukacita atas kehadiran Yesus. Sebab di dalam kehadiran-Nya kita menjadi bagian dari keluarga Allah.
Kita menjadi anak-anak Allah yang menerima hak waris Kerajaan Allah. Melalui Kristus kita beroleh hidup kekal, sehingga maut tidak lagi berkuasa atas kita. Rayakan Natal dengan sukacita dan damai. Amin.
Doa: Aku bersyukur atas kasih-Mu ya Tuhan, berkati kami dengan hikmat dan kebijaksanaan agar kami tetap sotia hidup sebagai anak-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow