Mazmur 121: 1-8
SUMBER PERTOLONGANKU IALAH TUHAN
"Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." (ay.2)
"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?" demikianlah tanya pemazmur.
Namun seketika itu juga, pemazmur dengan yakin teguh mengatakan bahwa pertolongannya ialah dari Tuhan. Inilah pernyataan iman si pemazmur.
la bukan sekadar menjawab tetapi sekaligus memproklamirkan Tuhan sebagai sumber pertolongannya.
Pemazmur sangat serius menjelaskan ziarah kehidupannya. Setiap jengkal langkahnya dan di setiap pijakan kakinya, pemazmur merasakan penyertaan Tuhan dalam hidupnya.
Pemazmur tahu bahwa di hiruk-pikuk dunia, di gunung dan di lembah, di tengah ancaman bahaya, di tengah ketidakmungkinan, ada Tuhan yang siap menolongnya. Dan la, Tuhan, akan menolong kita juga.
Benar, Tuhanlah, sumber pertolongan kita. Bahkan di saat kita merasa tidak ada pembela kita di samudera luas kehidupan ini, maka Tuhanlah Pembela! Pemazmur memaparkan bahwa ketika umat manusia sedang beristirahat, Tuhan tidak beristirahat.
Ketika umat manusia tertidur, Tuhan Penjaga Israel tidak tertidur. Artinya, penjagaan Tuhan terus menerus.
Tanpa jeda. Tuhan menganugerahkan perlindungan tanpa batas. Tuhan adalah Tuhan yang setiawan dan besar setia-Nya. Di segala cuaca, la ada.
Di segala waktu dan tempat la pun ada. Syukur kepada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya.
Di hari yang baru ini, pagi ini, dengan pergumulannya masing- masing, kita tidak sendirian.
Penjagaan-Nya di malam yang telah berlalu terus berlanjut di sepanjang hari sampai kita bertemu dengan malam lagi. Tuhan terus melanjutkan kasih setia-Nya untuk kita.
Tak berkesudahan kasih setia-Nya. Tak putus-putusnya kita dipelihara. Oleh karena itu, janganlah kuatir. Pusat pertolongan kita ada pada Tuhan.
Marilah, teruslah bersandar kepada-Nya. Kepada Dialah harapan kita selalu dan la tidak akan mengecewakan kita. Amin.
Doa : Tuhan, terima kasih, Engkau setia terhadap segala ciptaan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow