Mazmur 126:1-6
BANYAK HAL YANG KAU PERBUAT DIDALAM HIDUPKU
"Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb!" (ay.4)
Pernah terjadi suatu percakapan dengan anggota GP yang sedang berjuang untuk mendapatkan BEASISWA LPDP. Dia berkata "Aku tidak pemah bermimpi bisa lolos tahap pertama".
Tidak pernah atau tidak berani bermimpi dapat merdeka dari kesengsaraan pembuangan di negeri asing, inilah yang mendera pikiran umat
Israel sedemikian lama (ay.1). Sehingga ketika pembebasan itu tejadi, itu bagai mimpi teramat indah yang jadi nyata. Tawa dan sorak-sorai menggelora di hati.
Dari tanah pembuangan kini mereka pulang ke tanah leluhur. Euforia kebebasan disertai imajinasi kenyamanan pulang ke 'rumah' terbentur realita bahwa kampung halaman itu telah porak-poranda.
Hidup memasuki babak kesengsaraan yang lain. Israel berseru kepada Tuhan memohon pemulihan.
Pembuangan merupakan arena tempat Israel belajar untuk bertanggungjawab atas perbuatannya yang salah.
Mereka belajar untuk menerima, bahwa hukuman adalah untuk meluruskan hidup yang bengkok.
Mereka juga memetik hikmah bahwa tidak ada pemulihan tanpa pertobatan. Berbalik dari perbuatan dosa, bentuk impian baru, lalu bekerja keras, dan lakukan perintah Allah, itu satu- satunya jalan pemulihan.
Dalam hidup ini manusia perlu memiliki mimpi mulia. Akan tetapi dalam impian itu Allah ingin terlibat dari pembentukan hingga pencapaian.
Impian tanpa kehadiran Allah di dalamnya adalah mimpi kosong. Sebab segala yang baik, kudus, indah, mulia, dan benar hanya ada dalam kehadiran-Nya.
Badai kesengsaraan barangkali telah memupuskan impian yang pernah ada. Jangan berkecil hati! Selalu ada harapan. Allah adalah Sang Penyembuh.
Bangun lagi impian bersama Dia. Berjuanglah lagi! Bentuk hidup baru dari puing-puing batin yang hancurl Tata lagi berbagai aspek kehidupan yang sudah porak poranda.
Masuki tahun baru dengan menabur dan mengerjakan segala yang baru bersama Allah. Amin.
Doa : Ya Tuhan yang penuh kasih, aku siap memasuki tahun yang baru, dengan kehidupan yang baru dalam iman dan pengharapan hanya kepada-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow