Bacaan Alkitab Mazmur 127:1-5
Tema : Tuhan Memberkati Perjalanan Ke Masa Depan
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah jerih payah orang yang membangunnya (ayat 1a)
Sobat teruna, pernahkah memiliki pengalaman menyusun batu meter tukang membangun sebuah tembok?
Kalau kita memperhatikan pekerjaan itu sepertinya mudah tapi ketika kita sendiri yang melakukannya pasti akan mendapatkan kesulitan.
Pekerjaan tukang bangunan tersebut membutuhkan keahlian dan kecermatan agar susunan batu bata yang disusun dapat menjadi sebuah tembok.
Ada teknik yang harus dipelajari untuk bisa menyusunnya supaya tidak miring ke kiri dan ke kanan sehingga mudah rubuh.
Bacaan kita saat ini memperlihatkan Pemazmur yang meyakini bahwa ketika orang membangun rumah akan menjadi sia-sia kalau TUHAN tidak ikut serta di dalamnya. Bukan hanya rumah tapi termasuk ketika membangun sebuah kota.
Hal ini memperlihatkan jika TUHAN memperhatikan dan hadir dalam sebuah wilayah yang dibangun oleh orang percaya.
Keamanan sebuah kota pun diperlihatkan oleh Pemazmur sebagai sebuah anugerah dari TUHAN.
Lalu kehidupan yang dijalani oleh manusia akan memberikan manfaat karena TUHAN yang memberkatinya.
Berkat itu dinyatakan di sepanjang hari sejak bangun pagi-pagi sampai istirahat malam hari.
Bahkan pada saat tidur pun pemeliharaan dan berkat TUHAN diberikan. Pemeliharaan dan berkat TUHAN diberikan sebagai bentuk perhatian kepada mereka yang berusaha secara sungguh dalam kehidupan sehari.
Selanjutnya Pemazmur melihat bahwa kehadiran anak dalam hidup rumah tangga adalah sebuah berkat apalagi jika mereka dapat bertumbuh dalam kasih dan iman kepada TUHAN.
Sobat teruna, pemeliharaan TUHAN senantiasa diberikan dan itulah yang menjadi jaminan jika masa depan kita dalam tangan TUHAN.
Oleh karenanya, perlu membangun karakter yang takut akan TUHAN dalam diri sobat teruna. Berjalanlah dan teruslah andalkan TUHAN agar hidupmu tidak menjadi sia-sia. Amin.
Doa: TUHAN. yakinkan aku jika masa depanku ada dalam tanganMu dan biarlah aku dimampukan untuk hidup dalam ketaatan kepada Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow