Bacaan Alkitab: Mazmur 131:1-3
Tema : Berharap Kepada Tuhan
Berharaplah pada TUHAN, hai Israel (3a)
Di antara sobat teruna tentu pernah meraih keberhasilan, misalnya dalam pendidikan sebagai anak yang berprestasi.
Sebagai anak yang berprestasi tentu dianggap sebagai anak yang pintar dan sebagai anak yang pintar tentu menjadi pusat perhatian.
Celakanya, menjadi pusat perhatian dapat membuat sobat teruna menjadi sombong karena merasa diperhatikan, merasa diutamakan dan selalu dilihat sebagai yang nomor satu.
Sobat Teruna, bacaan kita pada saat ini memperlihatkan kepada kita tentang pengalaman hidup pemazmur yang merasa jika dirinya tidak tinggi hati dan tidak sombong.
Pemazmur juga mengatakan jika dirinya bukanlah menjadi orang yang ambisius. Hal ini dikatakan pemazmur dengan mengatakan jika dirinya tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar dan terlalu ajaib.
Pemazmur juga mengatakan jika dirinya telah menenangkan dan menentramkan jiwanya seperti seorang anak yang disapih.
Pemazmur mengerti akan hal yang harus dilakukan dalam hidupnya sebagai orang yang beriman kepada TUHAN.
Lalu Pemazmur menyampaikan jika dirinya hanya berharap kepada TUHAN di sepanjang kehidupannya.
Harapan yang diperlihatkan oleh Pemazmur merupakan sebuah bentuk penyerahan diri jika segala sesuatunya akan berjalan dengan baik dalam tuntunan TUHAN.
Pemazmur melakukan itu karena pengalaman hidupnya sudah membuktikan bahwa hidup dalam penyerahan diri memberikan ketenangan.
Dia menjadi tenang dalam hidupnya karena dia bisa mengendalikan dirinya dengan baik dalam ketaatan kepada TUHAN.
Sobat teruna, usia muda tidaklah menjadi penghalang untuk hidup taat kepada TUHAN. Justru karena masih muda maka sobat teruna harus mulai hidup taat dan pada akhirnya dapat hidup dalam penyerahan diri kepada TUHAN.
Dengan hidup seperti demikian maka yang kita perlihatkan bukan diri kita tapi TUHAN yang kita ceritakan lewat kehadiran kita. Amin.
Doa: TUHAN, mampukan aku untuk hidup dalam penyerahan diri kepadaMu dan menjadi orang yang rendah hati agar hadirnya diriku menjadi berkat bagi sesama meski aku masih muda Amin.
Editor : Alfianne Lumantow