Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 3 Januari 2026, Mazmur 132:1-18 Sujud Menyembah Pada Tumpuan KakiNya

Alfianne Lumantow • 2025-12-30 00:55:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Mazmur 132:1-18

TEMA : SUJUD MENYEMBAH PADA TUMPUAN KAKI-NYA

"Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki- Nya." (ay.7)

                                 

Cerita tentang Daud yang tertuang dalam nyanyian ziarah ini, membawa kita masuk ke dalam perutusan Daud di ruang kehidupannya.

Namun, di sini juga kita melihat campur tangan Tuhan yang serius untuk Daud dan orang Israel. Kita melihat pula dialog yang hangat dan "tajam" antara orang Israel dengan Tuhan.

Betapa dahsyatnya hubungan Tuhan dengan orang Israel. Juga hubungan Daud dengan orang Israel. Mereka mendukung Daud secara penuh.

 

Demikianlah jika kita mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, kita dapat berbicara kepada Tuhan tanpa rasa takut dan gentar.

Hubungan kita dengan Tuhan bagai dua orang sahabat yang saling mengerti secara mendalam dengan penuh ketulusan dan kasih.

Dengan demikian, orang Israel dapat melihat pekerjaan Tuhan dan menyadari kehadiran Tuhan di perjalanan kehidupan mereka.

Tuhan telah menyatakan sumpah setia-Nya kepada Daud dan menetapkan Sion sebagai tempat kediaman-Nya.

Ini keputusan yang tidak dapat diganggu gugat atau dirampas oleh siapa pun. Tuhan Mahabesar.

Tuhan setia dan adil. Kita melihat bahwa Tuhan sendiri yang mengerjakan secara penuh apa yang ingin la perbuat di dalam ruang kehidupan orang Israel.

Terpujilah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya. Tuhan penuh kemurahan. Percayalah. Semuanya akan berjalan dengan baik.

 

Marilah kita sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya. Mari letakkan seluruh beban kita di bawah kaki-Nya.

Lepaskan segala pergumulan, kesulitan, kesukaran, keruwetan hidup ini. Tuhan sanggup menolong kita.

Sungguh, la pasti sanggup. Semoga di malam ini, kita dapat melewatinya dengan penyerahan diri kita kepada Tuhan.

Ia akan memberikan kelegaan, dan dengan gembira kita boleh menyongsong mentari pagi di tahun yang baru kita masuki. Tuhan melindungi kita sekalian. Amin.

 

 

Doa: Tinggallah bersama kami ya Tuhan. Peluk erat kami dalam kehangatan cinta-Mu. Amin.

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT