Pembacaan Alkitab : Ibrani 12:14-17
TEMA : HIDUP DALAM RELASI DAMAI
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan" (ay.14)
Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup tanpa makhluk lain. Mengapa? Karena, setiap makhluk memiliki kelemahan dan kekurangan.
Manusia membutuhkan topangan dan kerja sama di luar dirinya. Persoalannya adalah apakah kita menerima kenyataan kelemahan kita atau pura-pura tidak tahu tentang pentingnya hidup bersama.
Tidak boleh ada sikap acuh tak acuh dalam diri, terutama dalam keluarga. Sejak manusia berdosa, hubungan baik antara manusia dan Tuhan, termasuk dengan sesama, menjadi rusak. Karakter akibat "dosa" adalah tidak peduli dan masa bodoh, masing-masing menilai dari sudut pandang dirinya sendiri.
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan" (ay.14) merupakan ajakan hidup dalam kedamaian.
Dalam kedamaian tercipta kerukunan dan kebersamaan. Anugerah Tuhan akan turun bagi siapa saja yang menjalankan kedamaian.
Jika tidak, kedamaian hanya menjadi ungkapan tanpa makna. Akar pahit tercipta jika masing-masing memaksakan kehendak.
Akibatnya timbul kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Karena itu, setiap kedamaian hendaklah "dibarengi" dengan kekudusan.
Gambaran tentang Esau (ay.16) merupakan contoh pribadi yang tidak menciptakan kedamaian, sehingga relasi kakak-adik terputus.
Relasi antar sesama sangat penting, karena dari relasi yang baik tercipta sikap saling menghargai satu sama lain.
Mengakhiri malam ini, mari kita memahami pentingnya damai hadir dalam hidup. Damai yang mencerminkan relasi saling menghargai dan menghormati.
Kita mulai dari diri sendiri. Jika masing-masing melakukannya, akan tercipta relasi yang menyatakan kualitas makna hidup.
Tidak mementingkan diri atau mencari keuntungan sendiri. Hidup dalam relasi damai akan memberi kenyataan hidup yang dikehendaki Tuhan.
Saat ini adalah kesempatan untuk memulainya, jangan tunda. Hadirkan relasi damai, bukan relasi sesaat atau untuk kepentingan sesaat. Amin.
Doa: Kristus, jadikan kami menjadi pribadi yang menghadirkan relasi damal. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow