1 Tesalonika 5:6-11
HARI TUHAN, SIAPA TAKUT!
"Tetapi, kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar,....berketopongkan pengharapan keselamatan" (ay.8)
Masih terkait dengan nats pagi, Paulus memberikan pengajaran bagi jemaat di Tesalonika yang mempertanyakan kedatangan hari Tuhan.
Kepada mereka yang telah percaya dan menjadi pengikut Kristus, Paulus dengan tegas menyatakan pentingnya selalu berjaga-jaga.
Berjaga-jaga dalam kesetiaan dan keyakinan bahwa hari Tuhan pasti akan terjadi, sehingga perilaku hidup harus dijaga.
Kata kunci berjaga-jaga menurut Paulus adalah "jangan tidur". Gambaran "jangan tidur" melukiskan orang yang terlelap dan tidak sadar.
Terlelap dalam berbagai kenikmatan dunia hingga tidak menyadari bahwa ia telah berbuat dan bertindak tidak sesuai dengan kehendak Tuhan (ay.6).
Kita harus sadar dengan terus membentengi diri dari setiap tantangan dan godaan... "berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan" (ay.8).
Lebih sungguh menyatakan iman dengan mengasihi, tetap melakukan perbuatan kasih yang Tuhan kehendaki, serta menatap masa depan dalam pengharapan iman hanya kepada Tuhan.
Keselamatan Tuhan yang telah tersedia menjadi dasar keyakinan bahwa la memberikan keselamatan.
Tuhan tidak menghendaki kita kembali kepada ketidakbenaran. Tuhan tetap hadir dan menyertai.
Memang tidak mudah menanti dalam kesetiaan. Karena itu, Paulus menasihatkan untuk saling menguatkan dan membangun (ay.11).
Dengan kekuatan bersama inilah jemaat dimampukan, sebab komunitas yang saling menguatkan akan setia menanti hari kedatangan-Nya. Jemaat Tesalonika menjadikan penantian sebagai ajang sukacita.
Paulus mengingatkan agar kita tetap fokus pada kualitas hidup, bukan kuantitas. Kualitas yang mampu menjadi kekuatan bersama dalam menghayati pentingnya komunitas yang hidup.
Komunitas masa kini dengan masukan, diskusi, dan dukungan, hendaknya memaknai hidup sebagai anugerah Tuhan.
Hari Tuhan, siapa takut! Selamat menjadi komunitas yang saling berjaga-jaga. Amin.
Doa: TUHAN, hadirkan kami sebagai bagian komunitas yang saling menguatkan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow