Bacaan Alkitab : 1 Tesalonika 5:16-22
Tema : Kasih Kristus Melingkupi
"Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab, itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (ay.18)
Seorang nenek tinggal di sebuah desa pegunungan yang dingin. Setiap musim dingin datang, satu hal yang dapat menghangatkannya adalah selimut rajutan tangan dari cucunya yang tinggal di kota.
la hidup dalam kesendirian dan keterbatasan tetapi ia selalu bersukacita serta mengucap syukur.
la percaya bahwa walaupun sendiri dan jauh dari orang terkasih, kasih Kristus melingkupinya seperti selimut yang selalu hadir memberi kehangatan. Hal ini juga ditegaskan oleh Rasul Paulus secara tersirat dalam suratnya.
Jemaat Tesalonika mendapat nasihat-nasihat praktis dalam akhir surat Paulus ini. Nasihat-nasihat yang merupakan kewajiban yang penting bagi orang Kristen.
Paulus menggambarkan secara jelas bahwa orang yang dilingkupi oleh kasih Kristus, hidupnya akan limpah dengan sukacita, senantiasa berdoa, selalu mengucap syukur dalam segala hal, rohnya tidak padam, tidak merendahkan nubuat, menguji segala sesuatu, memegang yang baik dan menjauhi segala kejahatan.
Jika Kristus hadir dan tinggal dalam diri orang Kristen, maka hal-hal tersebut bukan kewajiban yang menjadi beban tetapi suatu kesadaran untuk dinyatakan dalam hidupnya sehari-hari.
Sobat teruna, jika kasih Kristus melingkupi hidup kita, maka tidak ada hal lain yang kita perlukan. Kasih Kristus yang tinggal dalam diri kita sudah lebih dari cukup.
Kasih-Nya akan selalu membuat kita bersukacita sehingga kita terus berdoa. Kasih-Nya sanggup membuat kita bersyukur dalam segala keadaan, bahkan dalam keadaan yang menyakitkan sekalipun.
Jika kasih Kristus melingkupi, kita mampu untuk terus melakukan yang baik dan menghindari yang jahat.
Kita mampu untuk saling memberi berkat dengan sesama. Kasih Kristus senantiasa melingkupi kita dan mari membagikan kasih-Nya, mulai dari rumah, sekolah, gereja, dan di mana pun kita berada. Amin.
Doa: Tuhan Yesus. kiranya kasih-Mu selalu merahmati dan melingkupi kehidupanku dengan sesamaku. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow