Bacaan Alkitab Hakim-hakim 6:1-9
Tema : Ketika Kita Lupa, Tuhan Mengingatkan
Tuhan mengutus kepada orang Israel seorang nabi yang berkata kepada mereka, "Beginilah firman Tuhan, Allah Israel, Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari tempat perbudakan.
Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan aku menghalau mereka dari hadapanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. (ay. 8-9)
Sobat teruna, mungkin kita pernah mengalami hari-hari ketika semuanya terasa salah? Sudah belajar keras tapi tetap gagal. Sudah berusaha jujur, malah dianggap sombong. Dalam hati kita mungkin bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau diam saja?
Bukankah aku sudah rajin berdoa, berbuat baik, dan rajin beribadah? Mengapa Engkau tidak memperhatikan aku?" Namun, pernahkah kita bertanya: apakah selama ini aku juga sudah memperhatikan Tuhan?
Bangsa Israel ditekan oleh bangsa Midian karena mereka meninggalkan Tuhan dan memilih jalan mereka sendiri.
Mereka membangun mezbah bagi ilah lain dan tidak lagi mengingat siapa yang menyelamatkan mereka dari Mesir.
Ketika keadaan menjadi sangat sulit, barulah mereka berseru kepada Tuhan, berharap pertolongan dari-Nya. Ini adalah bentuk kerasnya hati bangsa Israel, bukan!?
Namun Tuhan tidak tinggal diam. Ia mengutus seorang nabi untuk mengingatkan bahwa kasih setia-Nya tetap ada, walau umat-Nya melupakan-Nya.
Ia berkata: 'Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir... tetapi kamu tidak mendengarkan suara-Ku.' Tuhan rindu mereka kembali, bukan hanya untuk meminta pertolongan, tetapi untuk hidup taat dan setia kepada-Nya.
Sobat teruna, Tuhan juga mengingatkan kita hari ini. Kadang lewat firman, kadang lewat orang tua, guru, teman, bahkan pengalaman yang tidak nyaman.
Tuhan tidak menegur karena marah, tetapi karena kasih-Nya besar kepada kita, sehingga Tuhan ingin kita sadar dan berubah lebih baik.
la ingin kita hidup dalam relasi yang dekat, jujur, dan terbuka dengan-Nya. Mari kita jujur hari ini.
Apakah aku sedang mendekat kepada Tuhan, atau justru perlahan-lahan tapi pasti, mulai menjauh dari-Nya? Kalau kita sudah mulai menjauh, belum terlambat!
Mari kita kembali memperhatikan dan mendengarkan suara Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan bentuk aku menjadi pribadi setta, yang mau mendengar dan tidak menunggu susah untuk menginga-Mu Amin
Editor : Alfianne Lumantow