Pembacaab Alkitab : Markus 9:16-18
TEMA : MEMBAWA PERGUMULAN KEPADA YESUS
"Jawab seorang dari orang banyak itu, "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena la kerasukan roh yang membisukan dia." (ay.17)
Membawa pergumulan kepada Yesus adalah langkah yang tepat, sebab la datang untuk mengerjakan misi keselamatan yang sempurna.
Setelah Yesus turun dari gunung, orang banyak tercengang. Seorang ayah yang kecewa karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya, akhirnya membawa pergumulan itu langsung kepada Yesus.
Dari kisah ini, ada tiga hal utama. Pertama, sang ayah merasa putus asa karena penderitaan anaknya.
Kedua, walaupun kecewa, ia tetap menyatakan bahwa Yesus adalah harapan terakhirnya. Ketiga, iman sang ayah rapuh, tetapi hatinya terbuka.
Pada renungan ini, kita merenungkan dua hal terlebih dahulu; hal ketiga akan kita renungkan pada Selasa pagi.
Hal pertama, sebagai seorang ayah, ia putus asa setelah berbagai usaha gagal, termasuk kegagalan murid Yesus untuk menolong.
Sikap ini wajar, karena ia hanya berfokus pada kesembuhan anaknya. Hal kedua, walau kecewa kepada murid Yesus, ia tetap datang membawa pergumulan kepada Yesus.
Pesan ini penting, bukan hanya bagi jemaat pada masa itu, tetapi juga bagi kita sekarang bahwa Yesus adalah "Sumber Hidup." Seberat apa pun pergumulan yang kita alami. bawalah kepada Yesus.
Mungkin kita pernah kecewa karena usaha kita tidak berhasil, atau sulit menerima kenyataan pahit yang Tuhan izinkan terjadi. Namun, ketika kita membawa kepada Yesus, la akan memberikan kelegaan.
Dalam usaha mencari kesembuhan, orang bisa saja menempuh berbagaai cara: ke rumah sakit, mencari pertolongan kepada kuasa tertentu, atau bahkan mendatangi hamba Tuhan.
Namun, tetap saja bisa timbul rasa kecewa. Karena itu, bawalah pergumulanmu kepada Yesus. Datanglah kepada-Nya, dan terimalah hikmat serta kehendak-Nya.
Bisa jadi jawabannya tidak sesuai keinginan kita, tetapi bersama Dia kita dimampukan untuk mengatasi derita dan menemukan jalan keluar. Andaikan Yesus. Amin.
Doa: Tuhan, ajarlah kami merendahkan hati dan percaya akan kuasa kasih-Mu, agar kami dapat menghayati suka duka kehidupan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow