NEW YORK – The Giving Pledge, konsensus filantropi di kalangan miliarder global, mulai retak. CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett berbeda pandangan dengan pendiri PayPal dan Palantir Technologies Peter Thiel tentang ke mana kekayaan seharusnya diarahkan. Apakah disalurkan lewat lembaga filantropi atau diputar untuk menciptakan nilai ekonomi secara langsung.
Selama bertahun-tahun, Buffett dikenal sebagai salah satu penggerak utama filantropi global melalui The Giving Pledge yang didirikan bersama Bill Gates dan Melinda French Gates. Program itu mendorong para miliarder untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka, baik semasa hidup maupun setelah wafat.
Namun, komitmen tersebut kini menghadapi gelombang penolakan. The New York Times melaporkan, Peter Thiel secara privat mendorong sekitar selusin penandatangan untuk menarik diri dari grup dermawan itu. Dia bahkan menyebut konsensus tersebut sebagai "klub boomer palsu yang berdekatan dengan Epstein".
CEO Coinbase Brian Armstrong dilaporkan juga mundur diam-diam. Sementara CEO Oracle Larry Ellison memilih mengubah komitmennya.
Baca Juga: Disetujui Mayoritas Warga, Kim Jong-un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara
Sejumlah pengkritiknya menilai lembaga filantropi terlalu sering bersifat simbolis, lamban, dan tidak efisien. Menurut mereka, cara terbaik untuk memperbaiki dunia bukanlah dengan membagi kekayaan, melainkan membangun perusahaan, teknologi, dan sistem yang menghasilkan nilai ekonomi, lapangan kerja, serta inovasi.
Semua itu menandakan bahwa generasi miliarder yang lebih muda tak lagi memandang filantropi sebagai kewajiban moral yang niscaya. (din/dri/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy