Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 6 April 2026, Matius 28:10  Paskah Mandat Tanpa Dikriminasi

Alfianne Lumantow • 2026-04-02 11:18:18
logo gpibLOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Matius 28:10

TEMA : PASKAH: MANDAT TANPA DISKRIMINASI

"Kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku (ay. 10)

Banyak orang mengira adil itu berarti semua orang mendapatkan bagian yang sama persis. Namun bagi Aristoteles, seorang pemikir besar zaman dulu, keadilan lebih dari sekadar "sama rata".

la membaginya menjadi dua: Pertama, Keadilan Numerik, di mana semua orang sama di mata Hukum. Baik pejabat atau rakyat biasa semua sama, jika ada aturan dilanggar, hukum tidak boleh pilih kasih.

Dalam Pemilu misalnya, Keadilan Numerik menjamin setiap warga negara mendapat suara yang sama (satu suara).

Pemikiran kedua adalah Keadilan Proporsional, yaitu setiap orang menerima hak dan kebaikan yang sesuai dengan jerih payahnya atau berdasarkan kontribusinya.

Keadilan proporsional pada pemberian gaji membuat orang yang bekerja 10 jam akan mendapat lebih banyak daripada yang bekerja 2 jam.

Pemikiran klasik ini dalam perkembangannya dikenal dengan Distributive justice (Keadilan Distributif).

Sebuah sistem sosial yang mengatur agar setiap orang mendapatkan apa yang menjadi bagiannya secara tepat.

Setiap orang dipastikan tidak diabaikan atau ditinggalkan dalam hidup bermasyarakat.

 

Prinsip keadilan yang memastikan tidak ada yang terabaikan, dinyatakan Yesus melalui peristiwa kebangkitan-Nya.

Amanat kepada kaum perempuan untuk pergi dan menceritakan kepada saudara- saudara-Nya, menampakkan bahwa kaum perempuan menerima mandat bukan sekadar sebagai saksi pertama, melainkan pemberita utama.

Kuasa memberitakan kebangkitan di tengah masyarakat (ruang publik) tidak hanya dipercayakan kepada kaum pria tetapi juga kepada kaum perempuan.

Yesus memberikan ruang kepada perempuan untuk mewartakan kebenaran kepada saudara-saudara-Nya.

Jika Paskah pertama, mendistribusikan tanggung jawab rohani secara merata dengan memberi ruang pada yang termarginalkan untuk memberitakan kebenaran.

Maka kita yang merayakan Paskah diajak juga, untuk memberitakan kebenaran-Nya dengan menghargai setiap suara dan memberi ruang bagi sesama dalam berkarya tanpa diskriminasi. Amin.

 

Doa: Tuhan, mampukan kami menjalani iman Paskah tanpa melakukan diskriminasi. Amin

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT