Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 11 April 2026, Ulangan 16:18-19  Kejarlah Keadilan

Alfianne Lumantow • Rabu, 8 April 2026 - 16:07 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

 Pembacaan Alkitab : Ulangan 16:18-19

TEMA : KEJARLAH KEADILAN

Mari menjadi pengikut Tuhan yang adil, benar, dan penuh kasih pada seluruh ciptaan-Nya

Janganlah memutarbalikkan keadilan janganlah memandang bulu. Janganlah pula menerima suap, sebab suap membutakan mata orang bijaksana dan memutarbalikkan perkara orang yang benar. (Ay. 19).

 

Sobat muda, saat hidup berdampingan dengan sesama, seringkali kita menemukan perbedaan pendapat Perbedaan ini kemudian menyebabkan perdebatan dan kalau tidak diselesaikan dengan baik, maka bisa timbul perselisihan dan konflik yang semakin besar.

Dalam hidup di tengah masyarakat terkadang ada orang-orang yang secara sengaja mengambil apa yang bukan menjadi miliknya, sehingga muncullah korban ketidakadilan.

 

Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini, Tuhan mengangkat dan memerintahkan hakim-hakim serta pengawas pengawas untuk menjaga kekudusan hidup umat Israel.

Mereka dipanggil dan diutus Tuhan untuk bertugas menjaga keadilan dan kebenaran, serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan adil. 

Tuhan memberikan panduan kepada agar para hakim dan pengawas agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.

 

"Tidak memutarbalikkan keadilan, tidak pandang bulu, dan anti suap" menjadi panduan yang harus dikuti semua hakim dan pengawas ini.

 Panduan ini berpuncak di ayat 20, yang akan dibaca dengan renungan SBU malam ini. Ayat 20 menyatakan bahwa pada akhirnya hanya keadilanlah yang harus dikejar untuk mendukung hidup yang baik di negeri anugerah Tuhan.

 

Sobat muda, kita semua tahu bahwa Tuhan itu Maha Kasih dan Maha Adil. Begitu adilnya Tuhan, sampai-sampai hari Sabat dan Perayaan Pondok Daun perlu diberlakukan agar semua ciptaan-Nya merasakan hari istirahat dan sukacita besar yang berasal dari Tuhan.

Kini, kita pun hadir sebagai pengikut-Nya. Maka, sekalipun kita bukan hakim atau pengawas pada masa lalu, sudah sepantasnya kita pun memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi semua orang.

Biarlah sebanyak mungkin orang merasakan sukacita atas keadilan dan kebenaran Tuhan. Kiranya, melalui kehadiran kita sebagai muda-mudi Kristen, seluruh ciptaan turut merasakan kasih sayang Tuhan. Amin.

 

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami tentang kebenaran dan keadilan. Kiranya kami dimampukan menjadi muda-mudi yang mencerminkan kasih, keadilan, dan kebenaran-Mu di mana pun kami berada Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian