Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 11 April 2026, Ulangan 16:20  Paskah Memperindah Dunia Dengan Semangat Keadilan

Alfianne Lumantow • Rabu, 8 April 2026 - 16:25 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Ulangan 16:20

TEMA : PASKAH: MEMPERINDAH DUNIA DENGAN SEMANGAT KEADILAN

 "Keadilan, hanya keadilanlah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu" (ay.20)

 

Dalam kearifan budaya Jawa, kita mengenal filosofi luhur "Memayu Hayuning Bawana". Secara sederhana, memayu berarti keselamatan atau harmoni merawat; hayuning adalah sedangkan bawana adalah alam semesta.

Warisan indah ini mengajak kita menjadi penjaga keharmonisan dunia, baik secara lahir maupun batin, agar kehidupan tetap indah dan damai.

Namun, sebuah pertanyaan reflektif muncul bagi kita: bagaimana cara kita merawat dunia yang saat ini sering kali terluka dan retak akibat keserakahan serta konflik kepentingan manusia?

 

Kitab Ulangan 16:20 memberikan sebuah jawaban mendalam: "Keadilan, keadilanlah yang harus engkau kejar." Dalam bahasa Alkitab, pengulangan kata ini adalah penegasan mutlak.

Tanpa keadilan, seluruh tatanan ibadah kita hanyalah rutinitas kosong. Bahkan, sukacita Paskah yang kita rayakan akan terasa hampa jika keadilan tidak dikejar.

 Tuhan memang menjanjikan tanah harapan, tetapi berkat itu hanya bisa dinikmati berkelanjutan jika keadilan dijunjung tinggi sebagai fondasi hidup bersama.

 

Semangat ini sungguh sejalan dengan peristiwa Paskah. Baik pembebasan Israel maupun kebangkitan Kristus adalah bukti nyata tindakan keadilan Allah.

Tuhan tidak membiarkan penindasan dan maut berkuasa selamanya; Dia hadir meruntuhkan tembok ketidakadilan. Maka, merayakan Paskah berarti berani menjadi pejuang keadilan.

Melalui keadilanlah, "hidup baru" yang dijanjikan Paskah dapat dirasakan nyata oleh sesama manusia dan seluruh ciptaan lainnya.

 

Mari kita hayati bahwa mensyukuri Paskah berarti berkomitmen memperindah dunia. Merawat alam tidak bisa dipisahkan dari memperjuangkan hak sesama. 

Mari merayakan kebangkitan dengan mengejar keadilan sejati, demi mewujudkan hidup yang harmonis, lestari, dan penuh damai bagi seluruh ciptaan Tuhan di bumi ini. Amin.

  

Doa: Tuhan, mampukan kami mengejar keadilan demi mewujudkan harmoni hidup. Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT