Pembacaan Alkitab : 2 Petrus 1:3-7
TEMA : BERADA DALAM DUNIA
Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia yang telah memanggil kita untuk kemuliaan dan kebaikan-Nya (ay.3)
Dunia menjadi panggung tragedi kehidupan, khususnya bagi manusia. Sepanjang sejarah kehidupannya, mulai sejak dilahirkan tak berhenti menghadapi pergulatan.
Agar dapat bertahan hidup, ia harus berjuang menaklukkan tantangan, demikian kata penulis kitab Kejadian (Kej. 1:28).
Kalaupun sudah berusaha dan berhasil, juga apa untungnya? (Pkh.3:9) Sepanjang hidupnya hanyalah ketidaktentraman (Pkh.2:23); melulu kesusahan (Pkh.5:16).
Malah mereka yang sudah lama meninggal lebih dulu dianggap lebih bahagia ketimbang yang sekarang masih hidup (Pkh.4:2). Riwayat hidupnya seolah hanya sia-sia, karena semua usahanya seperti menjaring angin.
Bahkan memperhatikan berbagai kejahatan dan pemuasan keinginan duniawi, misalnya usaha memperoleh banyak prestasi dan kekayaan, akhirnya hanyalah membuat hidup merana dan sia-sia (Pkh.5:14).
Rupa-rupanya perjuangan hidup seperti itu sudah menjadi perhatian seiring sejarah manusia ada. Itu sebabnya, memperhatikan usaha duniawi yang sia-sia, berlanjut hasrat untuk meninggalkan sengsara dan nafsu nikmat duniawi, lahirlah paham serta keyakinan (agama) yang mengajak pengikutnya menarik diri dari dunia.
Diajak melakukan askese (tapa, mati raga), yang bertujuan untuk mengasingkan diri guna menjauhi segala nikmat dunia.
Melalui ritual tapanya sebagai laku spiritual (tirakat), seseorang berusaha sekuat-kuatnya mengendalikan hawa nafsu, mencapai kesempurnaan jiwa dengan memusatkan jiwa dan pikirannya hanya kepada Tuhan.
Tetapi berbeda dengan agama Kristen, yang dengan imannya seorang Kristen harus berada dalam dunia yang tiada damai sejahtera, berjumpa dengan perkara duniawi.
Sikap kekristenan tidak akan menarik diri dari pergumulan dunia, tetapi di sana cinta Kristus ia hidupi, sehingga ia tidak binasa bersama dosa dunia.
Dalam peran ia tetap sabar memberikan perjumpaannya dengan sesama, kebaikan kepada siapa pun, entah orang baik maupun orang yang jahat (bd. Mat.5:45). Amin.
Doa: Ya Tuhan, kami ingin menyaksikan karya kasih-Mu di dunia ini, dan terus memuliakan Engkau dalam segala hal. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow